Kabarintens– Seniman patung asal Bali, I Nyoman Alim Mustapha, memulai proyek pembangunan karya seni monumental di Vihara Nanasamvara, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Salah satu karya utamanya adalah pilar Asoka setinggi 25 meter, yang akan menjadi pilar Asoka tertinggi di dunia, melampaui pilar sejenis di India yang memiliki tinggi 8 meter.
Selain pilar Asoka, Nyoman juga akan mengerjakan patung Buddha tidur berbahan aluminium cor, pagoda setinggi 47 meter, serta berbagai relief yang memadukan unsur budaya Kutai, Jawa, dan ajaran Buddha.
“Proyek ini adalah bentuk pengabdian saya. Saya ingin meninggalkan warisan seni yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan menjadikan vihara ini ikon spiritual dan budaya di Bontang,” kata Nyoman saat meninjau lokasi proyek, Kamis (6/6).
Seluruh karya akan menggunakan aluminium cor, material yang dipilih karena tahan terhadap korosi dan memiliki daya tahan tinggi. Proses pembuatan dilakukan di Sanggar Nakula Sadewa, studio seni milik Nyoman di Magelang, Jawa Tengah, sebelum dikirim ke Bontang untuk dirakit.
Nyoman menjelaskan, pemilihan material tersebut didasarkan pada pengalamannya selama puluhan tahun bekerja dengan kuningan dan tembaga yang lebih rentan rusak.
Ketua Yayasan Nanasamvara, Sonny Lesmana, menyatakan bahwa kerja sama ini terwujud karena hubungan baik antara pihak yayasan dan Nyoman. Menurutnya, ketertarikannya pada karya Nyoman muncul saat melihat langsung hasil karya sang seniman di Vihara Tam Chuc, Hanoi, Vietnam.
“Di sana saya melihat karya Pak Nyoman yang luar biasa. Karena itu, saya langsung meminta beliau untuk ikut membangun vihara ini,” ujar Sonny.
I Nyoman Alim Mustapha lahir di Bali pada 1952. Ia dikenal sebagai seniman patung dengan karya yang tersebar di berbagai negara di Eropa, Afrika, Asia Tenggara, Amerika, hingga Australia. Proyeknya di Vietnam hingga kini telah berjalan selama 10 tahun.
Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan Vihara Nanasamvara sebagai tujuan wisata religi dan budaya unggulan di Kalimantan Timur. Pemerintah daerah dan masyarakat menyambut baik inisiatif tersebut yang diyakini dapat memperkuat identitas Bontang sebagai kota yang terbuka terhadap keberagaman budaya dan nilai-nilai spiritual.
