Pelatih Berlisensi Jadi Fondasi Pembinaan, DPRD Bontang Dorong Peningkatan Kualitas Futsal Usia Dini

Anggota DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry saat Pelatihan Lisensi Pelatih Futsal Nasional Level 1

Kabarintens.com, Bontang – Anggota DPRD Kota Bontang, Alfin Rausan Fikry, menilai keberadaan pelatih berlisensi menjadi fondasi utama dalam membangun pembinaan futsal yang berkelanjutan. Menurutnya, peningkatan kualitas pelatih akan berdampak langsung terhadap perkembangan atlet, khususnya di kelompok usia dini.

Hal tersebut disampaikan Alfin saat menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan Lisensi Pelatih Futsal Nasional Level 1 yang digelar di Ballroom Hotel Andika, Senin (13/7/2026). Ia menyebut agenda tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan futsal.

Dalam kesempatan itu, Alfin mengungkapkan masih banyak pelatih lokal di Kota Bontang yang telah mengabdikan diri selama bertahun-tahun, baik di sekolah maupun akademi futsal, namun belum memiliki lisensi kepelatihan resmi. Kondisi tersebut menurutnya perlu menjadi perhatian bersama.

“Terdapat sebuah fakta yang cukup menjadi perhatian bagi saya pribadi. Ternyata, banyak pelatih lokal yang selama ini aktif berkiprah dan rutin kita temui di pinggir lapangan belum memiliki lisensi kepelatihan resmi,” ujarnya.

Ia bahkan menyebut beberapa pelatih telah membina atlet sejak 2003 hingga sekarang. Pengalaman panjang tersebut dinilai menjadi modal berharga yang perlu diperkuat melalui sertifikasi agar kemampuan teknis maupun metode kepelatihan semakin terstandarisasi.

Karena itu, Alfin meminta seluruh peserta memanfaatkan pelatihan lisensi tersebut dengan sebaik-baiknya. Selain menjadi kesempatan meningkatkan kompetensi, kegiatan tersebut juga memberikan keuntungan besar karena seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan tanpa dipungut biaya.

Menurutnya, dalam kondisi normal, biaya mengikuti sertifikasi Pelatih Futsal Nasional Level 1 dapat mencapai kisaran Rp4 juta hingga Rp5 juta per orang. Program pelatihan gratis ini dinilai sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas olahraga tanpa membebani para pelatih dengan biaya yang tinggi.

Lebih jauh, Alfin menekankan bahwa pelatih yang telah mengantongi lisensi tidak boleh berhenti pada kepemilikan sertifikat semata. Ilmu yang diperoleh selama pelatihan harus diterapkan dalam proses pembinaan, mulai dari penyusunan program latihan, penguasaan taktik, hingga pembentukan karakter atlet muda.

Ia juga mendorong adanya pendampingan berkelanjutan terhadap para pelatih setelah menyelesaikan pelatihan. Menurutnya, evaluasi dan pembinaan secara berkala penting dilakukan agar kompetensi yang dimiliki terus berkembang dan dapat diterapkan secara optimal di sekolah maupun akademi futsal.

“Apabila jumlah pelatih berlisensi terus bertambah dan kualitas pembinaan semakin merata, maka prestasi futsal Kota Bontang juga akan mengalami peningkatan,” ucapnya optimis.

Ia berharap dari proses pembinaan yang baik akan lahir atlet-atlet muda berprestasi yang mampu mengharumkan nama Bontang pada berbagai kejuaraan tingkat regional maupun nasional. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *