Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto memberi arahan kepada CPNS di lingkup Pemkot Bontang. (Istimewa)
kabarintens,Bontang – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto, menegaskan pentingnya perubahan paradigma dalam tubuh birokrasi menuju ASN SMART. Hal ini disampaikan dalam kegiatan pembinaan aparatur bertema “Menjadi ASN Smart di Era yang Serba Smart”, yang digelar BKPSDM Bontang pekan ini.
Menurutnya, tantangan birokrasi saat ini tidak lagi sederhana. Lingkungan eksternal pemerintahan tengah bergerak cepat, ditandai dengan era digital dan keterbukaan informasi. ASN dituntut lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan responsif terhadap isu-isu yang berkembang di masyarakat.
“ASN sekarang harus mampu berpikir cepat dan bekerja cerdas. Kita tidak bisa lagi hanya terpaku pada rutinitas administratif, tetapi harus mampu memberikan solusi yang cepat dan transparan bagi publik,” tegasnya, Rabu (29/10/2025).
Dia menjelaskan, tingginya ekspektasi publik terhadap pelayanan birokrasi menuntut aparatur memiliki kompetensi digital dan etika pelayanan yang kuat. Masyarakat kini menilai kualitas pelayanan bukan hanya dari prosedur, tetapi juga dari kecepatan, transparansi, dan hasil nyata.
Ia menambahkan, dinamika internal birokrasi juga menjadi tantangan tersendiri. Perbedaan karakter antara ASN senior dan CPNS baru sering kali menimbulkan gap, terutama dalam hal penggunaan teknologi. Karena itu, BKPSDM berkomitmen menguatkan pelatihan lintas generasi agar tercipta sinergi kerja yang solid.
“ASN muda membawa semangat inovasi, sementara ASN senior membawa pengalaman. Jika keduanya bisa saling melengkapi, birokrasi kita akan lebih dinamis dan produktif,” ujarnya.
Konsep SMART ASN, lanjutnya, menjadi arah baru pengembangan SDM aparatur di Kota Bontang. SMART mengandung nilai Smart Governance, Mobile, Adaptive, Responsive, dan Technology Savvy, yang diharapkan menjadi standar baru dalam bekerja.
Dengan penerapan paradigma baru ini, BKPSDM optimistis ASN Bontang akan menjadi figur yang inovatif, kreatif, dan berorientasi pada pelayanan publik berkualitas, sesuai visi pemerintah kota menuju tata kelola birokrasi modern dan efisien. (Ira)
