Kepala BKPSDM Sudi Priyanto
Kabarintens.com, Bontang – Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto, kembali hadir sebagai pengisi materi dalam kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan V dan VI Puslatjar SKPP LAN, Rabu (5/11/2025). Dalam kesempatan tersebut, Sudi menekankan bahwa profesionalitas menjadi pondasi utama pembentukan ASN berkualitas dalam melayani masyarakat.
Ia menjelaskan, profesionalitas ASN bukan sekadar kompeten secara teknis, tetapi juga mencerminkan perilaku, etika, dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
“Profesionalitas adalah kemampuan bertindak sesuai nilai, aturan, dan tanggung jawab profesi. ASN harus mencerminkan kualitas total agar dapat melayani secara optimal,” ungkapnya.
Ia turut memaparkan Indeks Profesionalitas ASN (IP ASN) yang menjadi alat ukur kualitas ASN berdasarkan empat dimensi utama: kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan. IP ASN ini dinilai secara nasional oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Ia menyebut, kinerja Pemkot Bontang dalam peningkatan profesionalitas ASN menunjukkan hasil menggembirakan. Dalam dua tahun terakhir, nilai IP ASN Kota Bontang terus meningkat dan menjadi yang tertinggi se-Regional Kalimantan dari 46 instansi yang dinilai.
“Ini capaian kolektif, bukan kebetulan. Artinya, kita berada di jalur yang benar,” tegasnya.
Selain itu, peningkatan profesionalitas ASN juga berhubungan erat dengan kepercayaan publik. Ia menyampaikan, masyarakat menilai pelayanan ASN tidak hanya dari kecepatan, namun juga keramahan, kejelasan prosedur, keadilan, serta kemampuan menangani pengaduan. Semua unsur tersebut menjadi ukuran kepuasan masyarakat.
Dirinya mengingatkan peserta Latsar untuk sejak awal membangun karakter pelayanan publik yang berlandaskan nilai ber-AKHLAK.
“Karakter tidak dibangun saat menjabat tinggi. Ia dibangun sejak hari pertama menjadi ASN,” pesannya.
Di akhir sesi, ia berharap peserta Latsar tidak sekadar lulus pelatihan, tetapi mampu menunjukkan kualitas kerja nyata di unit penempatan masing-masing.
“Buktikan profesionalitas bukan dalam kata, tapi dalam kinerja,” tutupnya. (Ira)
