Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha
Kabarintens.com, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang berupaya menjaga keberlangsungan program pendidikan di tengah keterbatasan anggaran yang sedang terjadi. Kondisi ini menuntut adanya penyesuaian kebijakan agar program tetap berjalan secara berkelanjutan.
Salah satu program yang terdampak adalah Kartu Bontang Pintar yang untuk sementara harus ditunda pelaksanaannya. Meski demikian, Disdikbud memastikan bahwa program tersebut tetap menjadi bagian dari prioritas daerah.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa kondisi fiskal saat ini memaksa pemerintah melakukan berbagai penyesuaian. Hal ini dilakukan agar pengelolaan anggaran tetap sehat dan tidak menimbulkan masalah di masa depan.
Menurutnya, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada sektor pendidikan, tetapi juga pada berbagai program pembangunan lainnya. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis dalam menentukan prioritas.
Meski dalam keterbatasan, Disdikbud tetap berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan.
“Program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap diupayakan berjalan,” terangnya, Raby (15/4/2026).
Kartu Bontang Pintar menjadi salah satu program yang tetap dipertahankan dalam perencanaan. Penundaan dilakukan semata-mata karena faktor anggaran, bukan karena perubahan kebijakan.
Safa menegaskan bahwa pendidikan tetap menjadi sektor yang mendapat perhatian utama. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Semoga kondisi keuangan daerah dapat segera membaik sehingga program-program yang tertunda bisa kembali dijalankan. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.
isdikbud optimistis dengan perencanaan yang matang, sektor pendidikan tetap dapat berkembang meski dalam kondisi terbatas. (Irha)
