Kabarintens.com, Bontang – Rencana penerimaan guru pengganti di Kota Bontang masih menunggu persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum proses rekrutmen dapat diumumkan secara resmi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mencatat kekurangan 127 tenaga pendidik yang tersebar di berbagai sekolah. Kondisi ini membutuhkan penanganan cepat agar tidak mengganggu proses pembelajaran.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan bahwa koordinasi dengan BKPSDM dan BKN masih berlangsung.
“Proses rekrutmen itu ada tahapannya, kami harus komunikasikan juga dengan BKPSDM. Lalu menunggu persetujuan teknis dari BKN,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa rekrutmen akan dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan mekanisme seleksi seperti perekrutan tenaga kerja pada umumnya.
“Kurang lebih seperti rekrutmen karyawan, jadi harus melewati tes dulu,” ujarnya.
Meski belum ada jadwal pasti, Disdikbud memastikan proses ini akan segera berjalan setelah seluruh persyaratan administratif terpenuhi.
Sementara itu, skema pembiayaan akan menggunakan belanja jasa, bukan belanja pegawai. Hal ini dilakukan agar tidak membebani struktur anggaran daerah.
Guru pengganti nantinya akan menerima gaji setara UMK dan wajib berasal dari warga Bontang. Kebijakan ini diharapkan mampu menjaga kualitas pendidikan sambil menunggu solusi jangka panjang. (Irha)
