SDN 008 Bontang Utara
Kabarintens, Bontang – SDN 008 Bontang Utara menargetkan kembali meraih Piala Bergilir Palang Merah Indonesia (PMI) pada ajang lomba Palang Merah Remaja (PMR) tingkat pemula, setelah dua tahun berturut-turut keluar sebagai juara umum pada 2024 dan 2025.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, mengatakan capaian dua kali berturut-turut meraih piala bergilir menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi sekolah untuk mempertahankan prestasi tersebut pada pelaksanaan lomba berikutnya.
Menurutnya, capaian itu juga menjadi motivasi bagi sekolah untuk mulai mempersiapkan siswa secara lebih matang, mengingat kompetisi mendatang akan menentukan apakah piala bergilir tetap berada di SDN 008 atau berpindah ke sekolah lain.
“Ini menjadi motivasi besar bagi kami. Satu tahun lagi akan menjadi penentuan, apakah piala bergilir itu akan menjadi milik kami kembali atau berpindah. Karena itu persiapan harus dilakukan sejak sekarang,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Ia bilang, upaya mempertahankan prestasi dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan kepada siswa peserta ekstrakurikuler PMR, meski setiap angkatan memiliki kemampuan yang berbeda.
Menurut dia, perbedaan kapasitas siswa dari tahun ke tahun justru menjadi tantangan bagi sekolah untuk terus menambah kemampuan peserta melalui pembimbingan dan pembinaan yang disesuaikan dengan kebutuhan lomba di bidang kepalangmerahan.
Ajang yang diikuti merupakan lomba PMR tingkat pemula yang digelar setahun sekali dan melibatkan seluruh sekolah. Dalam perlombaan itu, peserta tidak hanya dinilai dari satu kategori, tetapi mengikuti banyak cabang lomba yang berkaitan dengan keterampilan Palang Merah.
“Cabangnya banyak, bisa sampai 15 sampai 20 lomba. Dari berbagai nomor itu dikumpulkan perolehan juaranya, lalu dihitung siapa yang paling banyak memperoleh prestasi, itu yang menjadi juara umum,” jelasnya, Kamis (16/4/2026).
Masitah menuturkan, keberhasilan dua tahun berturut-turut tidak lepas dari pola pembinaan yang melibatkan alumni sebagai pendamping adik kelas. Menurutnya, alumni yang pernah berkompetisi dan melanjutkan pembinaan di jenjang SMP memiliki pengalaman dan kematangan yang dapat ditularkan kepada siswa saat ini.
Skema pendampingan alumni tersebut, kata dia, menjadi salah satu kekuatan SDN 008 dalam menjaga regenerasi kemampuan tim PMR, di samping dukungan pembina dari PMI yang tetap terlibat dalam proses latihan.
“Nah, anak-anak yang dulu sudah teruji itu kami manfaatkan untuk mendampingi adik-adiknya di sini. Mereka sudah punya pengalaman, ilmunya bertambah saat di SMP, itu yang kami gunakan untuk memperkuat pembinaan,” katanya.
Ia juga menyebut keterlibatan seluruh sekolah dalam lomba PMI menjadi bagian penting untuk memperluas pembinaan Palang Merah di lingkungan pendidikan dasar. PMI, lanjutnya, setiap tahun mendorong seluruh sekolah memiliki kegiatan Palang Merah, meski diakui masih ada tantangan dalam ketersediaan pembina.
Meski jadwal pelaksanaan lomba tahun ini belum diumumkan, SDN 008 mulai menyiapkan langkah-langkah pembinaan sebagai bagian dari persiapan mempertahankan tradisi juara.
Dengan dua gelar beruntun yang telah diraih, SDN 008 Bontang Utara kini membidik capaian ketiga sebagai upaya mengukuhkan dominasi mereka di ajang PMR tingkat pemula sekaligus menjaga piala bergilir tetap bertahan di sekolah tersebut. (Irha)
