Pemkot Bontang Dorong Ekonomi Kreatif, Pelatihan KI Digelar untuk Tingkatkan Daya Saing

Foto bersama narasumber dan peserta pelatihan penyusunan strategi pengembangan dan pembangunan ekonomi kreatif yang berfokus pada optimalisasi kekayaan intelektual (KI).

Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai program strategis. Salah satunya dengan menggelar pelatihan penyusunan strategi pengembangan dan pembangunan ekonomi kreatif yang berfokus pada optimalisasi kekayaan intelektual (KI).

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 23–24 April 2026, di Hotel Bintang Sintuk. Pelatihan tersebut dibuka oleh Anwar Sadat, Staf Ahli Pemerintahan Bontang yang hadir mewakili Wali Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Anwar Sadat menegaskan bahwa penguatan ekonomi kreatif menjadi salah satu fokus penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut, kekayaan intelektual memiliki peran strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal.

Menurutnya, pelaku ekonomi kreatif perlu memahami pentingnya perlindungan hukum terhadap karya yang dihasilkan. Hal ini menjadi langkah penting agar produk tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga memiliki kekuatan legal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong pelaku ekonomi kreatif agar lebih memahami pentingnya kekayaan intelektual sebagai pondasi utama dalam meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber yang memberikan pemahaman komprehensif terkait KI. Materi disampaikan oleh Yusuf Padila dan Mardiana Nurhayati, serta diperkuat oleh praktisi Sayid Abdul Kadir Assegaf.

Tidak hanya teori, peserta juga mendapatkan kesempatan mengikuti sesi coaching dan konsultasi langsung. Layanan ini dimanfaatkan untuk menggali potensi perlindungan KI terhadap produk yang telah dikembangkan.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif mampu mengoptimalkan potensi produknya. Perlindungan KI juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk lokal Bontang.

Lenih jaub, ia bilang, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas.

“Kami berharap produk kreatif Bontang tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional hingga global serta membuka lebih banyak lapangan kerja,” tutupnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *