Sumarmi, Pengawas Sekolah Ahli Muda
Kabarintens.com, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang menegaskan bahwa setiap program yang dijalankan satuan pendidikan, termasuk kegiatan berbasis kemitraan seperti Pasar Al-Hikmah, tidak lepas dari sistem pengawasan dan penilaian yang terstruktur. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi sekolah bukan berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari kebijakan pendidikan yang lebih luas dan terintegrasi.
Pengawasan tersebut dilakukan melalui berbagai mekanisme, salah satunya dengan menilai dokumen perencanaan sekolah seperti Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). Dokumen ini menjadi pintu awal untuk melihat apakah program yang dirancang benar-benar relevan dengan kebutuhan peserta didik dan indikator pendidikan yang harus dicapai.
Pengawas Sekolah Ahli Muda, Sumarmi, menjelaskan bahwa pihaknya terlibat dalam proses verifikasi berbagai program yang diajukan sekolah. Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki dasar yang jelas dan tidak hanya bersifat seremonial semata.
Menurutnya, kemitraan dengan orang tua menjadi salah satu aspek penting yang selalu diperhatikan dalam proses evaluasi tersebut. Hal ini karena keterlibatan keluarga memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan pendidikan anak.
“Dalam pemeriksaan dari tim, termasuk dari dinas pendidikan, itu dilihat apakah kemitraan dengan orang tua berjalan atau tidak, termasuk kegiatan seperti parenting atau program yang melibatkan keluarga,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ia menegaskan bahwa keberadaan indikator tersebut membuat sekolah tidak bisa mengabaikan peran orang tua dalam pendidikan. Semua harus dirancang secara sistematis dan dilaksanakan secara konsisten agar memberikan dampak nyata.
Selain itu, Disdikbud juga memberikan berbagai masukan kepada satuan pendidikan agar program yang dijalankan terus berkembang dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan.
Dengan sistem pengawasan yang terstruktur, sekolah diharapkan mampu menghadirkan program yang tidak hanya kreatif, tetapi juga terukur dan berdampak.
“Kami selalu memberikan masukan kepada lembaga agar kegiatan seperti ini terus ada, karena kemitraan orang tua itu memang menjadi indikator yang harus dipenuhi dalam penilaian pendidikan,” tutupnya. (Irha)
