kabarintens – Persatuan Korfball Seluruh Indonesia (PKSI) Kota Bontang kembali menetapkan kepemimpinan lama untuk melanjutkan program pembinaan setelah Hamalia Mansyur terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota (Muskot) yang digelar Minggu (26/4/2026). Ia akan memimpin organisasi tersebut untuk masa bakti 2026–2030.
Keputusan aklamasi tersebut diambil sebagai upaya menjaga kesinambungan program pembinaan sekaligus mempertahankan tren positif prestasi korfball Kota Bontang. Forum Muskot juga menjadi momentum konsolidasi internal guna memperkuat tata kelola organisasi dan kesiapan menghadapi agenda kompetisi ke depan.
Muskot turut disaksikan Ketua KONI Kota Bontang, Jamaluddin, serta Ketua Umum Pengprov PKSI Kalimantan Timur, Charolina Laoh. Kehadiran pengurus provinsi menegaskan pentingnya penguatan administrasi dan manajemen organisasi di tingkat kota.
Charolina Laoh menekankan bahwa pembinaan olahraga tidak hanya berfokus pada kemampuan atlet, tetapi juga pada profesionalitas organisasi. Menurutnya, tata kelola yang rapi akan berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan prestasi.

“Selamat kepada Ibu Hamalia.kami berharap , PKSI Bontang bisa menjadi contoh dalam tata kelola organisasi dan tertib administrasi. Sinkronisasi antara manajemen yang rapi dan pembinaan atlet adalah kunci agar Bontang tetap menjadi barometer korfball di Kaltim,” ujarnya.
Menanggapi amanah tersebut, Hamalia Mansyur menyatakan komitmennya untuk memperkuat sistem administrasi dan transparansi organisasi. Ia menilai profesionalitas pengurus menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik dan dukungan pemerintah terhadap cabang olahraga.
“Amanah ini adalah tanggung jawab besar. Fokus utama kami ke depan adalah membenahi pola administrasi agar lebih profesional. Kami ingin PKSI Bontang menjadi organisasi yang akuntabel,” kata Hamalia.
Selain pembenahan manajerial, kepengurusan periode 2026–2030 juga menyiapkan strategi teknis pembinaan. Program yang disiapkan meliputi penguatan pembinaan usia dini, peningkatan transparansi organisasi, serta modernisasi latihan melalui pendekatan yang lebih ilmiah dan terstruktur.
Dalam jangka pendek, PKSI Bontang membidik medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang akan digelar di Kabupaten Paser. Persiapan atlet kini difokuskan pada peningkatan fisik, teknik, dan mental melalui latihan intensif bersama tim pelatih.
“Target kami jelas medali emas. Ini komitmen kami untuk membawa nama harum Kota Bontang di tingkat provinsi. Dengan kerja keras kolektif, saya optimistis target itu bisa tercapai,” pungkas Hamalia
