Pemkot Bontang Perkuat Perlindungan Pekerja di Momentum May Day

Penyerahan manfaat BPJS Ketenagakerjaan

Kabarintens.com, Bontang – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bontang tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi dimanfaatkan sebagai momentum penguatan perlindungan pekerja. Hal ini terlihat dalam kegiatan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang di halaman parkir DPMPTSP, Jalan Awang Long, Jumat (1/5/2026).

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan kebijakan yang berpihak pada pekerja, khususnya dalam aspek perlindungan sosial dan kesejahteraan jangka panjang.

Ia menyampaikan, salah satu capaian penting yang telah diraih adalah tingginya cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja. Saat ini, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Bontang telah mencapai lebih dari 98 persen.

“Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam memastikan pekerja mendapatkan perlindungan, terutama bagi mereka yang masuk kategori rentan,” ujarnya.

Selain perlindungan sosial, Pemkot juga terus mendorong peningkatan kualitas hidup pekerja melalui kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif. Salah satunya dengan optimalisasi Peraturan Daerah yang mewajibkan 75 persen tenaga kerja berasal dari warga lokal.

Langkah tersebut dinilai mampu memberikan peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat Bontang, sekaligus memperkuat daya saing tenaga kerja daerah.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan skema peningkatan Upah Minimum Kota (UMK) untuk tahun 2027. Proses ini dilakukan melalui komunikasi tripartit antara pemerintah, pengusaha, dan perwakilan pekerja.

“Dialog yang harmonis menjadi kunci agar kebijakan yang diambil dapat mengakomodasi semua kepentingan,” katamya.

Momentum May Day ini pun diharapkan menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat.

Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkot Bontang optimistis kesejahteraan pekerja akan terus meningkat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *