Kepala Disdikbud, Abdu Safa Muha (kiri)
Kabarintens.com, Bontang – Pelantikan pengurus PWI Bontang periode 2026–2029 diharapkan mampu menjadi pendorong utama dalam peningkatan literasi publik di Kota Bontang. Disdikbud menilai media memiliki peran strategis dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menyampaikan bahwa literasi merupakan fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Dalam hal ini, media memiliki kontribusi besar dalam menyampaikan informasi yang berkualitas.
“Media adalah salah satu sarana utama dalam membangun literasi masyarakat, termasuk literasi pendidikan,” ucapnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa literasi tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan memahami, menganalisis, dan menyaring informasi secara kritis. Peran media menjadi sangat penting dalam konteks ini.
Melalui pemberitaan yang berkualitas, masyarakat dapat memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai berbagai isu pendidikan. Hal ini akan membantu meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap dunia pendidikan.
Abdu Safa berharap pengurus baru PWI dapat menghadirkan konten yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan inspiratif. Dengan demikian, media dapat menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
Ia juga menilai bahwa peningkatan literasi akan berdampak langsung pada kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Semakin tinggi literasi, semakin baik pula kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan.
“PWI diharapkan bisa menjadi mitra strategis dalam meningkatkan literasi publik melalui karya jurnalistik yang berkualitas,” terangnya.
Disdikbud siap mendukung berbagai program literasi yang melibatkan media, baik melalui kampanye edukasi maupun kegiatan kolaboratif lainnya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan.
Kolaborasi antara Disdikbud dan PWI diyakini mampu memperkuat fondasi literasi di Bontang, sehingga menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, kritis, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (Irha)
