Pemkot Bontang Dorong Perpustakaan Sekolah Bertransformasi Digital dan Terakreditasi Nasional

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Setda Bontang, Lukman foto bersama usai kegiatan. (Irha)

Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong percepatan transformasi perpustakaan sekolah berbasis digital sekaligus peningkatan akreditasi nasional. Hal itu disampaikan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) strategi pengelolaan perpustakaan sekolah menuju akreditasi nasional yang diselenggarakan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Selasa (5/5/2026).

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM Setda Bontang, Lukman, mengungkapkan bahwa tingkat akreditasi perpustakaan sekolah di Bontang masih tergolong rendah. Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), baru sekitar 30 persen perpustakaan di tingkat SD, SMP, dan SMA yang telah terakreditasi secara nasional.

“Baik tingkat SD, SMP, maupun SMA, baru sekitar 30 persen yang sudah mendapatkan akreditasi nasional,” ujarnya.

Menurut Lukman, kondisi tersebut menunjukkan perlunya langkah strategis dan terukur agar seluruh perpustakaan sekolah dapat memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya perencanaan yang sistematis dan berkelanjutan dalam pengelolaan perpustakaan.

Selain itu, Lukman menyoroti urgensi transformasi perpustakaan di era digital. Ia menilai, penguatan literasi sejak dini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan perpustakaan yang modern dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Pemkot Bontang memiliki komitmen kuat dalam mendorong transformasi menuju sumber daya manusia yang berdaya saing,” katanya.

Ia menegaskan, fungsi perpustakaan saat ini telah berkembang, tidak lagi sekadar sebagai tempat penyimpanan buku. Perpustakaan, kata dia, kini menjadi pusat pengetahuan dan ruang pengembangan kreativitas bagi peserta didik.

“Perpustakaan merupakan pusat kreativitas dan jantung peradaban kecil di lingkungan sekolah,” jelasnya.

Di tengah kemajuan teknologi informasi yang semakin pesat, Lukman menilai perpustakaan dituntut untuk lebih adaptif, inovatif, dan mampu menjawab kebutuhan pengguna. Karena itu, peningkatan kompetensi pengelola perpustakaan menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

“Dibutuhkan kompetensi yang mumpuni dalam memanfaatkan teknologi informasi agar perpustakaan tetap menjadi ruang yang hidup, menarik, dan memberikan nilai tambah bagi peserta didik,” terangnya.

Pemkot Bontang berharap melalui kegiatan bimtek tersebut, seluruh pengelola perpustakaan sekolah mampu meningkatkan kualitas layanan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna, khususnya siswa.

“Semoga dengan adanya bimtek ini, perpustakaan sekolah dapat semakin optimal dalam menunjang kebutuhan peserta didik,” pungkasnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *