Pemkot Bontang Dorong Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Lewat Turnamen ASKOT PSSI

Foto peserta Turnamen ASKOT PSSI Bontang Kelompok Umur (KU) 10, 12, 13, dan 15 tahun di Stadion Besai Berinta

Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pembinaan olahraga usia dini melalui pembukaan Turnamen ASKOT PSSI Bontang Kelompok Umur (KU) 10, 12, 13, dan 15 tahun di Stadion Bessai Berinta, Jumat (8/5/2026) pagi.

Ajang tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam membangun regenerasi atlet sepak bola sejak usia muda. Turnamen ini juga diproyeksikan sebagai wadah pencarian bibit potensial yang nantinya dipersiapkan menuju kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.

Mewakili Wali Kota Bontang, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan SDM, Lukman, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutan tertulis Wali Kota Bontang yang dibacakannya, pemerintah memberikan apresiasi kepada ASKOT PSSI Bontang, Dispopar, serta KONI Bontang yang dinilai konsisten melakukan pembinaan olahraga, khususnya sepak bola usia dini.

Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan kompetisi berjenjang dan berkelanjutan agar kemampuan teknis maupun mental bertanding anak-anak dapat berkembang secara optimal.

“Turnamen usia dini memiliki arti sangat penting dalam pembinaan sepak bola. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi wadah meningkatkan keterampilan serta membentuk karakter generasi muda yang sehat dan tangguh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kelompok umur 13 dan 15 tahun akan menjadi perhatian khusus dalam turnamen tersebut. Pasalnya, para pemain yang tampil akan dipantau untuk kebutuhan seleksi Tim Soeratin Kota Bontang yang nantinya dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat provinsi.

Pemkot Bontang menilai olahraga tidak hanya menjadi sarana prestasi, tetapi juga media pembentukan disiplin, kerja sama, dan sportivitas generasi muda. Karena itu, kegiatan pembinaan seperti turnamen sepak bola usia dini dinilai penting untuk terus diperkuat.

Selain pertandingan antar kelompok umur, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan sertifikat pelatih (coach) secara simbolis sebagai bentuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan sepak bola.

Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung. Pemerintah berharap turnamen tersebut mampu melahirkan pemain-pemain muda berbakat yang dapat membawa nama baik Kota Bontang di masa mendatang.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Kami berharap dari sini lahir atlet yang mampu mengharumkan nama Bontang di tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *