Disdikbud Tekankan Pembinaan, Anak Terlibat Miras Diminta Tidak Putus Sekolah

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha

Kabarintens.com, Bontang – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memastikan bahwa siswa yang terlibat dalam kasus konsumsi minuman keras oplosan tetap akan mendapatkan pembinaan tanpa kehilangan hak untuk melanjutkan pendidikan. Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga masa depan anak agar tidak terhenti akibat satu kesalahan.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengambil langkah yang berpotensi membuat siswa putus sekolah. Ia menilai, pendidikan justru menjadi sarana utama untuk memperbaiki perilaku anak.

“Kami berharap anak ini jangan sampai putus sekolah hanya karena penyebab itu. Itu tugas kita bersama,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, anak-anak yang terlibat dalam kasus seperti ini membutuhkan pendampingan, bukan pengucilan. Dengan pendekatan yang tepat, mereka masih memiliki peluang besar untuk berubah menjadi lebih baik.

Disdikbud akan berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan adanya pembinaan yang terstruktur, termasuk melibatkan guru dan tenaga bimbingan konseling dalam proses pendampingan.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dengan orang tua agar pembinaan dapat berjalan secara berkelanjutan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya memberikan efek jera, tetapi juga membangun kesadaran anak untuk menjauhi perilaku berisiko di masa mendatang. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *