Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni
Kabarintens.com, Bontang – Dugaan pungutan liar dalam program pemasangan jaringan gas (jargas) gratis di Kota Bontang mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Bontang. Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni meminta pihak pelaksana proyek segera melakukan penelusuran terhadap laporan warga terkait adanya permintaan uang saat proses survei pemasangan.
Kasus tersebut mencuat setelah seorang warga RT 55 Kelurahan Berbas Tengah bernama Gunawan mengaku dimintai uang sebesar Rp500 ribu oleh pekerja lapangan. Uang itu disebut untuk biaya tambahan penggalian dan penyambungan pipa karena rumahnya dianggap berada cukup jauh dari jalur utama jaringan gas.
Menanggapi hal itu, Neni menegaskan seluruh proses pemasangan jargas bagi penerima manfaat seharusnya tidak dipungut biaya. Ia meminta kontraktor pemenang tender memanggil dan mengevaluasi petugas lapangan apabila dugaan tersebut terbukti benar.
“Program ini sudah jelas bantuan gratis dari pemerintah. Tidak boleh ada tambahan pembayaran dari masyarakat,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Menurut Neni, pemerintah telah berulang kali menyosialisasikan bahwa program jargas tidak dipungut biaya. Informasi itu disampaikan melalui berbagai media, termasuk koordinasi bersama ketua RT di lingkungan masyarakat.
Ia menilai tindakan oknum di lapangan berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah yang sebenarnya bertujuan membantu warga mendapatkan energi rumah tangga lebih hemat dan aman.
“Kalau ada yang memanfaatkan situasi untuk meminta uang, tentu itu mencederai tujuan program,” katanya.
Pemkot Bontang pun meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan praktik serupa selama proses pendataan maupun pemasangan jargas berlangsung. (Irha)
