Anggota DPR RI Komisi XII, Syafruddin saat melakukan kunjungan ke PKT
Kabarintens.com, Bontang – Optimalisasi kinerja PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mendapat apresiasi Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, Syafruddin, saat kunjungan kerja ke perusahaan, Jumat (30/10/2026).
Syafruddin menilai, PKT terus menunjukkan peran strategis sebagai salah satu industri pupuk nasional yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, namun turut memperhatikan aspek keberlanjutan. Hal ini tercermin dari upaya perusahaan menjaga keandalan operasional hingga menghadirkan manfaat yang berdampak nyata di masyarakat.
Menurut dia, keberadaan industri strategis seperti PKT memiliki arti penting bagi pembangunan. Selain menopang ketersediaan pupuk, perusahaan juga mampu menjadi contoh dalam mengintegrasikan pertumbuhan industri dengan tanggung jawab sosial dan kelestarian lingkungan di Kalimantan Timur.
“Kemampuan perusahaan mempertahankan kinerja di tengah dinamika industri dan tantangan global menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing industri nasional. Untuk itu, kami mengapresiasi langkah PKT yang terus menjaga produktivitas serta meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi fasilitas produksi,” ungkap Syafruddin.
Ia menyampaikan, aspek lingkungan merupakan tantangan tersendiri dalam mengelola dampak operasional. Namun, berbagai inisiatif seperti efisiensi energi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, hingga pengembangan ekonomi sirkular menunjukkan keseriusan PKT menjalankan praktik industri secara bertanggung jawab.
Di sisi lain, Syafruddin turut menyoroti implementasi program TJSL yang dinilai menjadi wujud kehadiran perusahaan di masyarakat. Program pemberdayaan, pengembangan UMK, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan manfaat yang lebih luas.
“Realisasi ini bisa kita lihat dari banyaknya kontribusi yang telah diberikan PKT dari tahun ke tahun, dengan menghadirkan program yang tidak hanya memberi manfaat secara langsung, tapi juga mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” lanjut Syafruddin.
Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, sehingga PKT tidak hanya menjadi penggerak industri pupuk nasional, namun turut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah dan masyarakat secara berkelanjutan.
“Sementara kami dari fungsi legislatif akan terus mendorong kebijakan yang tepat, guna menjaga daya saing industri agar semakin berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” tambah Syafruddin.
Direktur Keuangan dan Umum PKT, Andik Cahyanto Budiarto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Komisi XII DPR RI terhadap keberlanjutan perusahaan. Kata Andik, saat ini PKT terus memperkuat operational excellence melalui peningkatan keandalan fasilitas, optimalisasi proses produksi, efisiensi energi, serta penerapan teknologi dan digitalisasi.
Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui revitalisasi Ammonia Pabrik-2 yang berhasil meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menurunkan konsumsi energi secara signifikan.
“Modernisasi fasilitas produksi merupakan bagian dari komitmen kami untuk memastikan industri pupuk tetap kompetitif, sekaligus mampu menjaga produktivitas dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan operasional,” ujar Andik.
Ia menyebut keberlanjutan lingkungan menjadi bagian integral dari strategi pertumbuhan PKT, yang secara konsisten menerapkan sistem manajemen lingkungan, konservasi energi dan air, pengendalian emisi, serta pengelolaan limbah melalui prinsip 3R.
Salah satu langkah strategis yang dikembangkan, yakni pembangunan pabrik soda ash berkapasitas 300 ribu ton per tahun. Pabrik ini tidak hanya diarahkan untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku industri kimia, tapi juga mengusung pendekatan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan karbon dioksida (CO2) dari proses produksi PKT sebagai bahan baku, dengan potensi penyerapan hingga 174 ribu ton CO2 per tahun.
“Pengelolaan lingkungan juga diperkuat melalui penerapan sistem manajemen berstandar internasional, untuk memastikan aspek lingkungan dan efisiensi sumber daya menjadi bagian dari pengendalian operasional perusahaan secara terukur dan berkelanjutan,” jelas Andik.
Sejalan dengan itu, program TJSL yang berorientasi pada pemberdayaan dan kemandirian masyarakat terus diperkuat, mengacu pada prinsip ISO 26000 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Prinsip yang kami dorong adalah bagaimana keberadaan perusahaan dapat memberi manfaat jangka panjang. Untuk itu, program TJSL dirancang berdasarkan kebutuhan dan potensi masyarakat, disertai pendampingan agar manfaatnya dapat terus berkembang bahkan setelah program berakhir,” terang Andik.
Ia menegaskan, PKT akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, legislatif hingga seluruh pemangku kepentingan, untuk memastikan keberlanjutan industri mampu menciptakan nilai tambah bagi lingkungan dan sosial. Hal ini pun bagian dari peran perusahaan sebagai agen pembangunan, dengan menjalankan industri secara bertanggung jawab.
“Ke depan, PKT akan terus memperkuat kinerja dan daya saing perusahaan melalui penerapan prinsip keberlanjutan di setiap lini bisnis. Untuk itu, sinergi dengan eksekutif dan legislatif akan terus kami tingkatkan, guna mendorong kebijakan yang mendukung kemandirian industri dan pembangunan berkelanjutan,” pungkas Andik.(*)
