Strategi BKPSDM Bontang Jaga IPASN Tetap Tinggi, Dari Pendidikan Hingga e-Kinerja BKN

Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto. (Istimewa)

Kabarintens.com, Bontang – Keberhasilan Kota Bontang meraih nilai 86,5 dalam Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) Tahun 2025 tidak terlepas dari strategi kebijakan yang dijalankan secara sistematis oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, mengungkapkan bahwa kebijakan peningkatan IPASN dirancang menyeluruh, menyentuh seluruh dimensi penilaian, mulai dari kualifikasi, kompetensi, kinerja, hingga disiplin.

Pada dimensi kualifikasi, Pemkot Bontang memberikan dukungan penuh kepada ASN untuk melanjutkan pendidikan melalui program tugas belajar dan izin belajar.

“Prosesnya kami permudah dan tidak dipungut biaya, sehingga ASN bisa fokus meningkatkan kapasitas akademiknya,” jelasnya, Sabtu (17/1/2026).

Sementara itu, pada dimensi kompetensi, BKPSDM rutin menyelenggarakan pelatihan dan sosialisasi pengembangan kompetensi secara luring setiap tahun. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah, sehingga peserta tidak terbebani biaya.

Selain pelatihan tatap muka, ASN juga didorong memanfaatkan berbagai platform pengembangan kompetensi daring gratis seperti ASN Berpijar, BKNPedia, hingga KORPRI Menyapa ASN yang memiliki keluaran sertifikat.

Untuk dimensi kinerja, Pemkot Bontang menetapkan e-Kinerja BKN sebagai satu-satunya aplikasi penilaian kinerja ASN. Kebijakan ini diterapkan sejak 2024 dan diperluas pada 2025 untuk penilaian SKP bulanan.

“Kinerja ASN menjadi lebih terukur dan terdokumentasi dengan baik karena seluruh data terekam dalam sistem,” ujarnya.

Adapun nilai sempurna pada dimensi disiplin diraih melalui pembinaan dan penanganan pelanggaran disiplin ASN yang dilakukan secara rutin dan konsisten setiap tahun.

Ia bilang, faktor penting lainnya adalah koordinasi pengumpulan data IPASN yang dilakukan secara kolaboratif melalui tim pengelola kinerja dan admin data di tiap perangkat daerah. Sinergi ini memastikan seluruh data kinerja dan kompetensi ASN terhimpun secara optimal.

“Kami juga menjadikan sistem merit sebagai fondasi utama manajemen ASN, sehingga setiap proses berjalan objektif, transparan, dan berbasis kinerja,” tegasnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *