Disdikbud Bontang Dorong Sekolah Lebih Empati, Jangan Jadikan Ijazah Alat Tekanan

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha

Kabarintens.com, Bontang – Pendekatan humanis dalam dunia pendidikan kembali ditekankan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang. Salah satu bentuknya adalah dengan mengimbau sekolah agar tidak lagi menahan ijazah siswa karena alasan administrasi keuangan.

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai bahwa sekolah harus memahami kondisi riil yang dihadapi siswa, khususnya mereka yang belum mampu menyelesaikan kewajiban pembayaran.

Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal administrasi, tetapi juga tentang membangun masa depan siswa secara utuh. Menahan ijazah justru bertentangan dengan tujuan tersebut.

“Budaya-budaya lama itu, ijazah yang dijadikan jaminan karena biasanya itu ada hubungannya dengan administrasi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Ia mengingatkan bahwa banyak lulusan yang sangat bergantung pada ijazah untuk mendapatkan pekerjaan pertama mereka.

Dalam kondisi tertentu, siswa bahkan membutuhkan hanya sekadar fotokopi ijazah untuk melamar kerja, sehingga penahanan dokumen menjadi penghalang yang signifikan.

“Biasa itu mereka, kalau mau kerja kan fotokopinya itu diminta. Kalau tidak punya fotokopi, tidak punya ijazah bagaimana orang itu mau bekerja,” katanya.

Abdu Safa mengajak seluruh sekolah untuk mengedepankan empati dan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.

Ia menegaskan bahwa memberikan kesempatan kepada siswa untuk bekerja adalah bentuk dukungan nyata terhadap masa depan mereka.

“Kalau memang belum bisa ijazah asli, minimal fotokopinya dikasih,” tutupnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *