Salah satu pemandangan mangrove di Bontang
Kabarintens.com, Bontang – Pengembangan kawasan mangrove sebagai destinasi wisata baru di Kota Bontang mendapat dukungan dari Anggota DPRD Bontang, Rustam. Namun, ia mengingatkan agar pembangunan tidak dilakukan secara asal-asalan, melainkan harus memiliki konsep yang kuat sehingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Menurutnya, potensi wisata berbasis alam memang memiliki peluang besar untuk dikembangkan di Bontang. Selain menawarkan keindahan lingkungan pesisir, kawasan mangrove juga dapat menjadi alternatif destinasi baru yang mendukung pertumbuhan sektor pariwisata daerah.
Meski demikian, ia menilai setiap pembangunan harus dirancang secara matang sejak awal. Jangan sampai anggaran yang telah dikeluarkan hanya menghasilkan fasilitas yang tidak mampu menarik minat pengunjung dalam jangka panjang.
“Tempat wisata yang dibangun jangan hanya sekadar asal bikin. Pembangunan tanpa konsep matang hanya akan membuang-buang anggaran secara percuma,” ujarnya, Jumat (17/7/2026).
Dirinya menjelaskan, saat ini wisata mangrove bukan lagi sesuatu yang baru. Banyak daerah di Indonesia telah lebih dulu mengembangkan konsep serupa sehingga Bontang harus mampu menghadirkan keunikan tersendiri agar tidak kalah bersaing.
Ia menyarankan agar pemerintah maupun kelompok masyarakat yang mengelola kawasan wisata memikirkan konsep atraksi yang berbeda. Misalnya menghadirkan aktivitas interaktif seperti memberi makan burung, edukasi satwa, hingga pertunjukan budaya yang dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Menurutnya, pengunjung saat ini tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga mencari pengalaman yang berbeda. Oleh karena itu, inovasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah destinasi wisata.
Rustam menilai pembangunan wisata berbasis mangrove sebenarnya tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar. Infrastruktur dasar seperti jembatan kayu, gazebo, dan fasilitas pendukung lainnya sudah cukup menjadi awal pengembangan, selama didukung konsep yang menarik.
“Semoga pengembangan wisata mangrove di Bontang mampu menjadi destinasi unggulan baru yang tidak hanya ramai dikunjungi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” tutupnya. (DR)
