Lima Remaja Pemancing Sempat Dilaporkan Hilang, Berhasil Ditemukan BPBD di Pondok Pemancing Cumi

Lima pemancing yang berhasil ditemukan. (Istimewa/BPBD Bontang)

Kabarintens.com, Bontang – Lima remaja yang sempat dilaporkan hilang saat memancing di perairan Bontang akhirnya berhasil ditemukan oleh tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang, Minggu (26/7/2026) malam.

Kelima remaja tersebut ditemukan dalam kondisi selamat di sebuah pondok pemancing cumi yang berada di sekitar perairan dekat Bontang Kuala. Saat ditemukan, mereka masih menunggu air laut pasang agar perahu yang digunakan dapat kembali bergerak menuju daratan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bontang, Ismail, membenarkan seluruh korban telah ditemukan setelah dilakukan pencarian.

“Alhamdulillah, sudah ditemukan. Korban berhasil ditemukan dan akan kami evakuasi sementara di sebuah pondok pemancing cumi dekat Bontang Kuala sambil menunggu air pasang sekitar 20 menit agar bisa melintas menuju Bontang Kuala,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Informasi hilangnya lima remaja tersebut segera ditindaklanjuti petugas BPBD dengan mengerahkan tim menuju lokasi yang diduga menjadi titik terakhir keberadaan mereka. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir perairan hingga akhirnya para korban berhasil ditemukan.

Sebelumnya, para remaja tersebut diketahui berangkat memancing menggunakan sebuah kapal kecil. Diduga mereka mengalami kendala di tengah perairan sehingga tidak dapat segera kembali ke daratan dan sempat dinyatakan hilang.

Meski sempat menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga, seluruh korban dipastikan berada dalam kondisi selamat. Tim BPBD kemudian mempersiapkan proses evakuasi setelah kondisi pasang memungkinkan perahu melintasi jalur menuju Bontang Kuala.

BPBD mengimbau masyarakat yang beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, memastikan perahu dalam kondisi layak, serta membawa alat komunikasi yang dapat digunakan saat terjadi keadaan darurat.

Selain itu, orang tua juga diingatkan untuk meningkatkan pengawasan terhadap remaja yang melakukan aktivitas di laut, terutama jika menggunakan perahu tanpa didampingi orang yang berpengalaman. Langkah tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan maupun kejadian yang membahayakan keselamatan di perairan. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *