kabarintens – Gerakan Mengajar Desa (GMD) melalui program GMD Social Project (GSP) Kaltim 2025 sukses melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Kuala Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, selama tiga hari dua malam, pada 18–20 Juli 2025.
Mengusung tema “Muda Berdampak, Cerdas Bersama”, kegiatan ini menyasar tiga sektor utama, yakni pendidikan, lingkungan, dan sosial. GSP Kaltim 2025 diikuti sejumlah relawan muda yang tergabung dalam GMD dari berbagai daerah di Kalimantan Timur.
Kegiatan dibuka secara resmi di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltimtara, dan mendapat dukungan penuh dari sejumlah instansi, di antaranya perwakilan Pemerintah Kabupaten Kukar, DISPORA Kukar, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Samarinda, serta Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV. Usai seremoni, seluruh peserta bergerak ke lokasi pengabdian di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Kuala Samboja.
Selama pelaksanaan, para volunteer dibagi ke dalam tiga divisi kegiatan. Divisi Pendidikan melakukan kegiatan mengajar di SDN 027 Kuala Samboja dan menyerahkan lebih dari 100 buku bacaan. Di bidang sosial, GMD menggelar pelatihan digital marketing bagi pelaku UMKM lokal, salah satunya Amplang Mutiara Laut. Sedangkan Divisi Lingkungan mengadakan talkshow serta aksi bersih pantai yang berhasil mengumpulkan 283 kilogram sampah anorganik dalam waktu satu jam.
Kegiatan ditutup dengan sesi bonding dan pembelajaran Bahasa Inggris di Pantai Tanah Merah, serta hiburan bertajuk Fun Night Parties. Seluruh peserta kembali ke Samarinda pada hari berikutnya.
Project Officer GSP Kaltim 2025, Dias Pratama, mengapresiasi antusiasme masyarakat dan dukungan para mitra.
“Respon positif dan dukungan dari berbagai pihak menjadi kekuatan utama kesuksesan kegiatan ini,” ujarnya.
Kegiatan ini didukung oleh DISPORA Kutai Kartanegara dan PT Pupuk Kaltim sebagai sponsor utama.
