BKPSDM Bontang Perkuat Disiplin ASN Lewat Transformasi Digital dan Integrasi Sistem

Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto

Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus mempercepat modernisasi birokrasi lewat digitalisasi sistem kepegawaian. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) dan meningkatkan efisiensi kerja di seluruh perangkat daerah.

Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan bahwa penerapan sistem digital tidak hanya sekadar alat kontrol, tetapi juga upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan profesional.

“Digitalisasi ini bagian dari transformasi birokrasi. Kami ingin ASN bekerja lebih efisien, terukur, dan bertanggung jawab terhadap kinerjanya,” ujarnya, Minggu (29/10/2025).

Ia menjelaskan, Pemkot Bontang telah menggunakan aplikasi Bontang Prima sebagai sistem absensi digital yang terintegrasi sejak masa pandemi Covid-19. Kini aplikasi tersebut menjadi komponen penting dalam manajemen ASN, mulai dari pencatatan kehadiran, pengajuan cuti, hingga dasar perhitungan Tunjangan Tambahan Penghasilan (TPP).

Selain mencatat kehadiran secara real-time, sistem ini juga mempermudah pimpinan OPD untuk memantau kedisiplinan pegawai dan mengevaluasi kinerja secara berkala.

“Semua data terekam otomatis dan bisa diakses kapan pun. Ini membantu pimpinan mengambil keputusan berdasarkan data,” terangnya.

BKPSDM Bontang juga memanfaatkan aplikasi I’DIS (Integrated Discipline) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk mencatat dan melaporkan pelanggaran disiplin ASN secara langsung ke pusat. Setiap hukuman disiplin yang dijatuhkan akan otomatis terhubung dengan data nasional kepegawaian.

Menurutnya, sistem digital ini tidak hanya meningkatkan efisiensi administrasi, tetapi juga menumbuhkan budaya kerja yang transparan.

“ASN dituntut bekerja secara profesional di bawah sistem yang akurat dan terbuka. Ini bagian dari reformasi birokrasi menuju pelayanan publik yang unggul,” tegasnya.

Ia menambahkan, BKPSDM akan terus mengembangkan integrasi antar-aplikasi kepegawaian agar seluruh proses manajemen ASN bisa berjalan lebih cepat, presisi, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

“Kami ingin ASN Bontang menjadi contoh aparatur yang siap dengan era digital,” tutupnya. (Ira)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *