kabarintens -Kolaborasi kreatif pemuda yang digagas SAPMA Pemuda Pancasila Kota Bontang bersama Komunitas Fotografer Bontang dan model lokal menghadirkan cara baru dalam mempromosikan identitas Kota Taman. Mengusung konsep budaya, kegiatan ini menampilkan pesona lokal Bontang dalam bingkai lensa kamera.
Suasana sore di kawasan ikonik Kota Bontang tampak berbeda. Puluhan fotografer terlihat sibuk mengarahkan pose tiga model muda lokal yang tampil elegan mengenakan busana adat Dayak, mengangkat kearifan lokal Kalimantan Timur di tengah lanskap kota yang modern dan asri.
Kegiatan ini melibatkan puluhan fotografer lokal, didukung IW Collection untuk busana serta Zaa MUA Cilik Kota Bontang sebagai penata rias. Kolaborasi lintas komunitas tersebut menjadi wadah ekspresi kreatif sekaligus promosi visual Kota Bontang.
Ketua Panitia, Arly Achmadiansyah, mengatakan kegiatan ini tidak sekadar menyalurkan hobi fotografi, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata pemuda dalam memperkenalkan potensi wisata dan budaya daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa pemuda di Bontang memiliki kreativitas. Melalui kolaborasi dengan Komunitas Foto Bontang, kami mengangkat tema lokalitas agar publik bisa melihat sisi estetis dari sudut-sudut kota,” ujar Arly.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan karya-karya visual yang memperkuat identitas Kota Bontang sebagai kota industri yang tetap memiliki nilai budaya dan keindahan alam.
“Kota Bontang kini memiliki ikon-ikon baru dengan ciri khas tersendiri. Itu yang ingin kami promosikan melalui karya fotografi,” jelasnya.
Dalam sesi pemotretan, Komunitas Foto Bontang tidak hanya memfokuskan objek pada model, tetapi juga mengeksplorasi karakter kota, mulai dari lanskap jalan hingga detail arsitektur lampu jalan, sebagai representasi harmonisasi antara industri dan lingkungan hijau.
Melalui kegiatan ini, para pemuda berharap karya visual yang dihasilkan dapat menjadi media promosi alternatif sekaligus memperkuat citra Bontang sebagai Kota Taman yang kreatif, berbudaya, dan berdaya saing.
