Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. (Irha/Kabarintens.com)
Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan pelayanan publik yang optimal dan berpihak kepada masyarakat, meskipun di tengah penyesuaian anggaran daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa pemerintah tetap memprioritaskan program-program pro-rakyat sebagai bagian dari upaya menjaga kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Pemerintah berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Meski anggaran mengalami penyesuaian menjadi Rp1,9 triliun, program pro-rakyat seperti BPJS gratis 100 persen, insentif tokoh agama dan guru swasta sebesar Rp2 juta tetap berjalan,” tegasnya, Rabu (29/4/2026).
Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa Pemkot Bontang tidak mengendurkan fokus pembangunan, terutama pada sektor-sektor yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Di bidang pendidikan, Pemkot terus memperkuat akses dan kualitas layanan melalui berbagai program, seperti pembebasan UKT bagi mahasiswa, bantuan perlengkapan sekolah, hingga penyediaan laptop untuk mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Selain itu, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama dengan penyediaan layanan pemeriksaan kesehatan gratis guna memastikan masyarakat mendapatkan akses layanan yang layak dan merata.
Pemkot Bontang juga memperkuat perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lewat program permodalan tanpa bunga bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di sisi infrastruktur, pemerintah terus mengakselerasi berbagai program strategis seperti Bontang Terang, penanganan banjir melalui pembangunan Polder Tanjung Laut, serta penyediaan jaringan gas (jargas) gratis yang telah menjangkau lebih dari 10 ribu sambungan rumah.
“Capaian pembangunan manusia juga menunjukkan hasil positif, di mana Kota Bontang mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Kalimantan Timur dengan angka di atas 83,” bebernya.
Pemkot menegaskan bahwa seluruh program tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, Pemkot Bontang memastikan akan terus menjaga keseimbangan pembangunan, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun kualitas kehidupan masyarakat, dengan orientasi utama pada peningkatan kesejahteraan warga. (Irha)
