Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat lakukan kunjungan
Kabarintens.com, Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan pentingnya akurasi data sosial saat melakukan kunjungan kerja ke Kelurahan Tanjung Laut Indah, Senin (4/5/2026). Ia menilai, validitas data menjadi fondasi utama dalam memastikan setiap program pemerintah benar-benar menyasar warga yang membutuhkan.
Dalam pertemuan bersama lurah, ketua RT, serta aparat keamanan setempat, Neni meminta peran aktif RT untuk melakukan pendataan rinci terhadap kondisi warga. Terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan maupun yang masih berstatus menyewa rumah.
Menurutnya, tanpa data yang presisi, potensi ketidaktepatan sasaran bantuan akan semakin besar. Hal ini bisa berdampak pada ketimpangan distribusi program sosial yang seharusnya menjadi penopang masyarakat rentan.
“Saya minta seluruh Ketua RT mencatat detail setiap permasalahan sosial di lingkungannya,” ujarnya.
“Pastikan Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Pemkot Bontang sebesar Rp300.000 per bulan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan perlindungan BPJS menjangkau mereka yang membutuhkan. Tidak boleh ada warga yang luput dari perhatian pemerintah,” sambungnya dengan tegas.
Ia juga menekankan bahwa data yang dikumpulkan tidak hanya bersifat administratif, tetapi harus mencerminkan kondisi riil di lapangan. Dengan begitu, intervensi yang diberikan dapat lebih tepat, cepat, dan berdampak langsung.
Selain itu, sinkronisasi antara pemerintah kota dan perangkat kelurahan dinilai penting agar tidak terjadi tumpang tindih program. Neni ingin setiap kebijakan berjalan selaras dari tingkat kota hingga lingkungan terkecil.
Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem perlindungan sosial di Kota Bontang, terutama di tengah dinamika ekonomi yang masih memengaruhi kondisi masyarakat.
Dengan pendekatan berbasis data, pemerintah berharap tidak ada lagi warga yang terlewat dari jangkauan bantuan, sekaligus meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran daerah. (Irha)
