Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam. (Istimewa/Rustam)
Kabarintens.com, Bontang – Ketua Komisi B DPRD Kota Bontang, Rustam, menilai kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD masih perlu ditingkatkan agar kemandirian fiskal daerah bisa lebih kuat.
Ia menyebut, saat ini rasio PAD Kota Bontang masih berada di kisaran 13 persen. Angka tersebut dinilai belum ideal jika dibandingkan dengan target kemandirian fiskal daerah yang seharusnya bisa mencapai sekitar 20 persen.
Menurut Rustam, selama ini besarnya Dana Bagi Hasil (DBH) membuat pemerintah daerah kurang fokus mengembangkan sumber pendapatan lokal secara maksimal.
“Sekarang sudah saatnya kita lebih serius memanfaatkan potensi PAD. Banyak daerah lain itu bisa berkembang karena kreatif dalam menggali pendapatan,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Dirinya menjelaskan, kondisi fiskal daerah kini tidak lagi sekuat beberapa tahun lalu. Bahkan, APBD Kota Bontang yang dulu pernah menyentuh Rp3,7 triliun kini tidak lagi sebesar sebelumnya.
Perubahan tersebut, lanjutnya, harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah melalui optimalisasi PAD.
“Sekarang kondisinya sudah kebalik. Kita harus lebih banyak memanfaatkan potensi yang ada, karena DBH tidak seperti dulu lagi,” ujarnya.
Rustam juga meminta pemerintah mulai memetakan sektor potensial yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan baru, baik dari sektor jasa, pengelolaan aset, maupun potensi ekonomi lokal lainnya.
Ia berharap langkah tersebut dapat membuat kondisi fiskal daerah lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada transfer anggaran dari pemerintah pusat. (DR)
