Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel
Kabarintens.com, Bontang – Keberhasilan investasi di suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh kemudahan perizinan maupun besarnya nilai modal yang masuk. Di Kota Bontang, keberlangsungan investasi juga dipandang bergantung pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas sosial sehingga setiap kegiatan usaha dapat berjalan tanpa hambatan.
Karena itu, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang terus memperkuat sinergi lintas sektor sebagai bagian dari upaya menciptakan iklim investasi yang aman, kondusif, dan berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan berbagai persoalan yang berpotensi muncul dapat ditangani sejak awal sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Analis Kebijakan Ahli Madya DPMPTSP Bontang, Karel, mengatakan pengelolaan investasi tidak bisa hanya berfokus pada pelayanan administrasi maupun penerbitan perizinan. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan hubungan antara investor, masyarakat, dan seluruh pihak terkait tetap berjalan harmonis.
Menurutnya, komunikasi yang intensif antarinstansi menjadi salah satu kunci utama dalam mendukung iklim investasi. Melalui koordinasi yang baik, pemerintah dapat memperoleh berbagai informasi lapangan secara cepat sehingga potensi persoalan dapat segera dipetakan dan dicarikan solusi bersama.
“Investasi membutuhkan situasi yang kondusif. Karena itu diperlukan kerja sama seluruh perangkat daerah hingga pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan agar setiap dinamika di masyarakat bisa diketahui lebih awal,” ujarnya, Senin (18/6/2026).
Ia menjelaskan, koordinasi lintas sektor tersebut tidak hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan. Berbagai informasi yang diperoleh dari lapangan akan menjadi bahan analisis pemerintah untuk menentukan langkah mitigasi sesuai kondisi yang berkembang.
Pendekatan kolaboratif dinilai lebih efektif dibandingkan penanganan yang bersifat reaktif. Dengan komunikasi yang terbangun sejak awal, pemerintah memiliki ruang yang lebih luas untuk memediasi berbagai kepentingan sehingga aktivitas investasi tetap berjalan tanpa mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.
Karel menambahkan, investasi yang sehat harus mampu menghadirkan manfaat bagi seluruh pihak. Selain meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, investasi juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja, memperkuat aktivitas usaha masyarakat, serta mendukung pembangunan Kota Bontang secara berkelanjutan.
“Melalui penguatan kolaborasi antarinstansi tersebut, kami optimistis stabilitas daerah dapat terus terjaga,” katanya.
Kondisi itu sekaligus menjadi modal penting untuk meningkatkan kepercayaan investor sekaligus memastikan setiap investasi yang masuk mampu tumbuh selaras dengan kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah. (Irha)
