Pemkot Bontang Tegaskan Ketahanan Mental dan Karakter Merupakan Bagian Penting Dalam Pendidikan

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Lukman saat sambutan. (Irha/Kabarintens.com)

Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah kota (Pemkot) Bontang menegaskan bahwa kekuatan karakter dan ketahanan mental merupakan bagian penting pada kecerdasan intelektual dalama dunia pendidikan.

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Lukman, mengatakan bahwa dalam dunia pendidikan guru tidak hanya dituntut untuk mengajar, tetapi juga untuk menginspirasi, membimbing, dan menjadi fondasi pembentukan kepribadian generasi masa depan.

“Maka dengan begitu, kesehatan mental dan keseimbangan emosional seorang guru menjadi pondasi utama dalam menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas dan bermakna,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa saat ini pemerintah dihadapkan pada realitas dunia pendidikan yang penuh dengan tekanan pekerjaan, tuntutan administrasi, serta dinamika peserta didik yang semakin kompleks dan membutuhkan kesiapan mental yang tidak biasa.

“Para guru harus memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya kesehatan mental agar mampu mengelola stres kerja secara efektif dan profesional,” tambahnya.

Guru dituntut untuk memiliki karakter yang tangguh, empatik, dan inspiratif, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dirinya menegaskan, Pemkot Bontang memiliki salah satu misi besar, yaitu mewujudkan transformasi sosial menuju sumber daya manusia yang berdaya saing.

“Ketika guru memiliki arah yang kuat, mampu membina dengan hati, dan adaptif terhadap perubahan, maka mereka akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan unggul dalam karakter,” paparnya.

Pemkot Bontang terus berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, berorientasi dan pada penguatan karakter.

“Kami percaya, investasi terbesar suatu daerah bukan hanya pada infrastruktur, tetapi pada kualitas manusianya,” pungkasnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *