145
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha
Kabarintens.com, Bontang – Ditemukannya pelajar SMP yang mengonsumsi minuman keras oplosan di Tanjung Laut memunculkan dorongan kuat bagi peningkatan kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi perilaku anak.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa pembinaan anak tidak bisa dibebankan hanya kepada sekolah. Peran keluarga dinilai sangat menentukan dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak sehari-hari.
Ia menyebut, komunikasi antara guru dan orang tua harus berjalan intensif, terutama dalam memantau aktivitas siswa di luar lingkungan pendidikan formal.
“Harapan kami, pihak sekolah bisa menjalin komunikasi efektif dengan orang tua agar pembinaan bisa dilakukan bersama,” jelasnya, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, usia remaja merupakan fase pencarian jati diri yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Tanpa pengawasan yang memadai, anak berpotensi terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Disdikbud pun mendorong agar setiap sekolah memperkuat sistem pendampingan siswa, termasuk melalui bimbingan konseling dan kegiatan positif yang mampu mengalihkan perhatian anak dari aktivitas berisiko.
Ia berharap kejadian ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
“Orang tua juga bisa lebih aktif memantau pergaulan anak, termasuk mengetahui dengan siapa dan di mana anak menghabiskan waktu di luar rumah,” sebutnya.
Pendekatan yang terbuka dan komunikatif dinilai menjadi kunci agar anak merasa nyaman untuk berbagi, sehingga potensi penyimpangan perilaku bisa dicegah sejak awal. (Irha)
