Gedung MPP Bontang
Kabarintens.com, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pengisian kuesioner evaluasi Mal Pelayanan Publik (MPP) Tahun 2026. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur sejauh mana pelayanan pemerintah telah memenuhi kebutuhan pengguna layanan.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan evaluasi tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Karena itu, MPP Bontang perlu menghimpun masukan langsung dari masyarakat yang pernah memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia di MPP.
“Jadi, evaluasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian nilai, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui pengalaman nyata masyarakat selama memperoleh pelayanan,” katanya, Kamis (9/7/2026).
Lanjutnya, setiap saran maupun kritik yang disampaikan melalui kuesioner akan menjadi bahan evaluasi dalam menyusun langkah-langkah perbaikan ke depan sehingga pelayanan publik semakin cepat, mudah, transparan, dan responsif.
Ia menjelaskan, masyarakat yang pernah mengurus perizinan usaha, administrasi kependudukan, layanan perpajakan, maupun layanan instansi lain yang berada di Mal Pelayanan Publik dapat mengikuti survei tersebut. Pengisian dilakukan secara daring selama periode Juli hingga Agustus 2026 melalui laman resmi yang telah disediakan pemerintah.
Muhammad Aspiannur menuturkan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik berbasis kebutuhan pengguna. Pemerintah tidak hanya ingin mengetahui capaian internal, tetapi juga ingin mendengar secara langsung pengalaman masyarakat saat mengakses layanan sehingga setiap kekurangan dapat segera diperbaiki.
Ia menambahkan, hasil evaluasi nantinya akan menggambarkan tingkat kepuasan masyarakat sekaligus kualitas tata kelola Mal Pelayanan Publik Kota Bontang. Oleh sebab itu, semakin banyak masyarakat yang berpartisipasi, maka hasil evaluasi akan semakin representatif dan mampu menggambarkan kondisi pelayanan yang sebenarnya.
Dalam proses evaluasi tersebut, MPP Kota Bontang menargetkan sedikitnya 100 responden pengguna layanan. Target itu menjadi salah satu syarat dalam pelaksanaan evaluasi nasional sehingga dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar proses penilaian dapat berjalan optimal.
Menurut Aspiannur, keberhasilan penyelenggaraan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh pemerintah sebagai penyedia layanan, melainkan juga dipengaruhi keterlibatan masyarakat sebagai pengguna. Masukan yang diberikan akan menjadi dasar dalam meningkatkan standar pelayanan, memperbaiki prosedur, hingga mengembangkan inovasi pelayanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.
Ia berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan pengalaman secara jujur melalui kuesioner yang tersedia. Penilaian yang objektif akan memberikan gambaran nyata mengenai kualitas pelayanan MPP sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh penyelenggara layanan untuk terus melakukan pembenahan.
“Dengan dukungan masyarakat melalui pengisian kuesioner evaluasi ini, kami berharap Mal Pelayanan Publik Kota Bontang dapat terus berkembang menjadi pusat pelayanan yang semakin profesional, nyaman, cepat, dan memberikan kepastian bagi seluruh masyarakat,” tutupnya. (Irha)
