Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur,
Kabarintens.com, Bontang – Perkembangan industri di Kota Bontang dinilai tidak hanya menghadirkan peluang bagi investor skala besar, tetapi juga membuka ruang yang luas bagi pelaku usaha lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri. Berbagai kebutuhan operasional perusahaan, mulai dari perawatan fasilitas hingga penyediaan jasa teknis, diperkirakan akan terus meningkat seiring bertambahnya aktivitas kawasan industri.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan pertumbuhan sektor industri harus mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Salah satunya dengan memperkuat keterlibatan usaha lokal agar dapat memenuhi kebutuhan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Bontang.
Ia menjelaskan, perusahaan industri memerlukan berbagai layanan penunjang seperti fabrikasi, inspeksi peralatan, pemeliharaan instalasi, hingga penyedia jasa keselamatan kerja. Kebutuhan tersebut dinilai sebagai pasar yang terus berkembang dan berpotensi menjadi sumber investasi baru.
“Semakin banyak industri yang beroperasi, semakin besar pula kebutuhan terhadap perusahaan pendukung. Kondisi ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk meningkatkan kapasitas sehingga mampu menjadi mitra industri,” ujarnya, Sabtu (20/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya berupaya menarik investasi baru, tetapi juga mendorong agar manfaat investasi dapat dirasakan masyarakat melalui tumbuhnya usaha jasa pendukung. Dengan demikian, efek berganda dari investasi dapat dirasakan lebih luas.
Keberadaan Kawasan Industri Estate (KIE) Bontang juga dinilai menjadi nilai tambah karena memberikan kepastian pasar bagi usaha jasa industri. Kedekatan lokasi membuat perusahaan penyedia layanan dapat merespons kebutuhan industri secara lebih cepat sekaligus menekan biaya operasional.
Dirinya menilai peluang tersebut akan semakin besar seiring berlanjutnya pengembangan sektor migas maupun industri lainnya di Kota Bontang. Tidak seluruh investor harus membangun pabrik, sebab sektor jasa pendukung juga memiliki prospek yang menjanjikan.
Ia berharap pelaku usaha di daerah mulai mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas layanan, memperkuat sumber daya manusia, dan memenuhi standar operasional yang dibutuhkan perusahaan besar agar mampu bersaing di pasar industri.
Dengan ekosistem usaha yang semakin lengkap, Bontang diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah tujuan investasi industri, tetapi juga menjadi pusat tumbuhnya perusahaan jasa pendukung yang mampu menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat perekonomian daerah. (Irha)
