Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur
Kabarintens.com, Bontang – Rencana pembangunan kilang minyak berkapasitas 300.000 barrel per hari di kawasan industri Bontang dinilai bukan hanya menghadirkan investasi berskala besar, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk menjadi bagian dari rantai pasok industri.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspiannur, mengatakan manfaat investasi akan semakin besar apabila perusahaan-perusahaan lokal mampu memenuhi kebutuhan barang maupun jasa selama proses pembangunan hingga operasional kilang.
Menurutnya, sektor usaha di Bontang memiliki kesempatan berkembang melalui penyediaan berbagai layanan penunjang industri, mulai dari penyediaan alat, jasa konstruksi, fabrikasi, logistik, hingga pemeliharaan fasilitas industri.
“Investasi sebesar ini tidak hanya dilihat dari nilai proyeknya, tetapi bagaimana dampaknya bisa dirasakan pelaku usaha daerah. Semakin banyak perusahaan lokal yang terlibat, semakin besar perputaran ekonomi di Bontang,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, keterlibatan pelaku usaha lokal juga akan memperkuat daya saing daerah. Sebab, industri besar umumnya membutuhkan jaringan penyedia barang dan jasa dalam jumlah besar dengan standar yang tinggi.
Karena itu, DPMPTSP mendorong pelaku usaha terus meningkatkan kapasitas, baik dari sisi kualitas layanan, sertifikasi, maupun kemampuan memenuhi kebutuhan industri agar mampu bersaing dengan perusahaan dari luar daerah.
Menurutnya, Bontang memiliki keuntungan karena telah lama berkembang sebagai kota industri, sehingga banyak pelaku usaha yang telah memiliki pengalaman melayani perusahaan migas, petrokimia, dan energi.
“Itu yang harus kita kembangkan. Mereka harus dilibatkan,” jelasnya.
Dengan kesiapan tersebut, ia berharap peluang dari investasi kilang dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi dunia usaha sekaligus memperkuat ekosistem industri di Kota Bontang. (Irha
