DPRD Bontang Minta Pengamanan Aset Kelistrikan Diperkuat Pascapencurian Kabel PLN

Anggota Komisi C DPRD Bontang, Yassier Arafat. (Istimewa/Humas Setwan)

Kabarintens.com, Bontang – Kasus pencurian kabel milik PLN yang terjadi di Kota Bontang menjadi perhatian Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Yassier Arafat. Ia meminta pengamanan terhadap aset kelistrikan diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak mengganggu pelayanan kepada masyarakat.

Menurut dia, infrastruktur kelistrikan merupakan aset vital yang menopang aktivitas masyarakat sehari-hari. Karena itu, setiap bentuk tindak kriminal yang menyasar fasilitas tersebut harus mendapat perhatian serius dari seluruh pihak.

Ia mengatakan aksi pencurian kabel tidak hanya menimbulkan kerugian material bagi penyedia layanan listrik, tetapi juga berpotensi menghambat pelayanan publik apabila mengakibatkan terganggunya jaringan distribusi listrik.

“Keamanan dan pengawasannya harus ditingkatkan lagi, karena pencurian ini sangat merugikan banyak pihak,” ujarnya, Senin (20/7/2026).

Yassier menilai pengawasan terhadap gardu listrik maupun titik-titik infrastruktur yang dianggap rawan perlu dilakukan secara lebih intensif. Langkah tersebut penting untuk mempersempit peluang pelaku menjalankan aksinya.

Ia juga mendorong adanya evaluasi terhadap sistem pengamanan yang selama ini diterapkan. Menurutnya, pengamanan aset strategis harus terus disesuaikan dengan perkembangan modus kejahatan yang semakin beragam.

Selain pengawasan dari petugas, ia berharap masyarakat turut meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar fasilitas kelistrikan.

“Informasi dari warga dapat membantu aparat maupun PLN dalam mencegah aksi kriminal,” katanya.

Menurutnya, menjaga keamanan aset publik bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun PLN, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Ia berharap melalui peningkatan sistem pengamanan dan koordinasi yang lebih baik, seluruh fasilitas kelistrikan di Kota Bontang dapat terlindungi sehingga pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan dengan optimal. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *