Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad. (Istimewa/Humas Setwan)
Kabarintens.com, Bontang – Keberhasilan Pemerintah Kota Bontang menurunkan prevalensi stunting dari 17 persen atau sebanyak 1.489 balita menjadi 14,05 persen atau 1.389 balita mendapat apresiasi dari Anggota Komisi A DPRD Kota Bontang, Arfian Arsyad. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah mulai menunjukkan hasil yang positif.
Arfian mengatakan, penurunan angka stunting tidak terjadi secara instan. Hasil tersebut merupakan buah dari kerja sama lintas sektor yang selama ini dibangun oleh pemerintah daerah bersama seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Selama ini pemerintah mengeluarkan segala cara untuk mengurangi stunting, seluruh OPD juga diminta ikut terlibat,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).
Ia menjelaskan, upaya penanganan stunting tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan. Pemerintah juga menjalankan berbagai intervensi yang menyasar faktor-faktor penyebab stunting, seperti peningkatan akses sanitasi layak, penyediaan air bersih, edukasi gizi, hingga penyuluhan mengenai pola asuh anak kepada para orang tua.
Menurut Arfian, pendekatan yang dilakukan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat karena menyentuh persoalan dari berbagai sisi. Stunting merupakan persoalan multidimensi sehingga penyelesaiannya tidak bisa dibebankan kepada sektor kesehatan saja.
Ia menambahkan, penurunan angka stunting juga menunjukkan bahwa kolaborasi antarinstansi mampu menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Program-program yang selama ini dijalankan secara terintegrasi mulai memberikan manfaat terhadap kualitas tumbuh kembang anak di Kota Bontang.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak cepat merasa puas. Masih terdapat ratusan balita yang membutuhkan perhatian sehingga berbagai program pencegahan harus terus diperkuat secara berkelanjutan.
Arfian berharap pemerintah terus mempertahankan komitmennya dalam mengalokasikan anggaran dan memperkuat program percepatan penurunan stunting.
“Investasi pada kesehatan anak merupakan investasi jangka panjang bagi pembangunan sumber daya manusia,” katanya.
Ia optimistis target menuju zero stunting dapat diwujudkan apabila seluruh elemen, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, hingga keluarga, terus bekerja bersama dalam mengawal pertumbuhan anak sejak masa kehamilan hingga usia balita. (DR)
