Kabarintens– Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan Sekretariat Daerah Bontang, Bahauddin, mewakili Pj Wali Kota Bontang, secara resmi membuka Festival Gunung Elai Bersholawat pada Senin (18/11/2024).
Bertempat di halaman Kantor Kelurahan Gunung Elai, Kecamatan Bontang Utara, festival ini mengusung lomba qasidah antar-majelis taklim sebagai agenda utama.
Dalam sambutannya, Bahauddin mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud nyata syiar agama yang sekaligus melestarikan seni qasidah. Ia menekankan pentingnya qasidah sebagai media dakwah yang efektif, khususnya bagi generasi muda.
“Qasidah memberikan pesan-pesan keagamaan yang edukatif dan persuasif, menjadi sarana pembelajaran untuk membentengi moral generasi muda dari pengaruh negatif informasi,” ujarnya.
Festival ini berlangsung selama tiga malam berturut-turut, dari 18 hingga 20 November 2024, dengan tujuh majelis taklim yang turut serta. Ia menekankan pentingnya qasidah sebagai media dakwah yang persuasif dan edukatif, khususnya bagi generasi muda.
Sementara, Ketua Pelaksana sekaligus Lurah Gunung Elai, Sulistyo, menyampaikan bahwa festival ini juga bertujuan mempererat silaturahmi antar-majelis taklim di wilayahnya. Dari total 31 majelis taklim di Gunung Elai, hanya tujuh yang mengikuti lomba qasidah tahun ini akibat keterbatasan waktu pendaftaran.
“Lomba ini adalah bentuk pembinaan bagi majelis taklim sekaligus pelestarian seni qasidah sebagai warisan budaya Islami. Kami berharap semua peserta menjunjung tinggi sportivitas,” sebutnya.
Lomba qasidah ini juga menjadi bagian dari implementasi visi Kota Bontang sebagai Kota TAMAN (Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, dan Nyaman). Selain menghadirkan syiar agama, kegiatan ini turut menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap seni Islami.
Pemenang lomba qasidah akan diumumkan pada malam ketiga, dengan hadiah total sebesar Rp15 juta yang disiapkan untuk juara 1, 2, 3, serta juara harapan 1, 2, dan 3.
Festival ini telah menjadi agenda tahunan di Kelurahan Gunung Elai dan memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Berbeda dari tahun sebelumnya, lomba qasidah menjadi inovasi baru yang menambah semarak festival serta memperkaya makna bagi masyarakat.
