BKPSDM Bontang Tancap Gas Perkuat Transformasi Digital Lewat Lima Inovasi

Kabarintens.com, Bontang – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang terus memperkuat transformasi layanan kepegawaian dengan menyiapkan lima inovasi unggulan untuk mengikuti ajang Indeks Inovasi Daerah (IID) 2026 yang diselenggarakan Bapperida Kota Bontang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BKPSDM menghadirkan sistem pelayanan kepegawaian yang semakin modern, efektif, dan berbasis digital. Lima inovasi yang diajukan meliputi Bontang Prima, Sikapku, e-Mutasi, Bekaji, dan Trengginas.

Sekretaris BKPSDM Kota Bontang, Hatamuddin, mengatakan setiap inovasi memiliki fungsi berbeda, namun saling melengkapi dalam mendukung pengelolaan ASN yang lebih efisien.

“Bontang Prima merupakan aplikasi presensi digital ASN yang telah digunakan cukup lama dan secara konsisten terus dikembangkan. Inovasi ini juga rutin mengikuti ajang inovasi daerah,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).

Selain itu terdapat Sikapku atau Sistem Informasi Kepegawaian dan Keuangan yang memuat data kepegawaian sekaligus informasi hak pegawai, mulai dari pembaruan data, gaji hingga Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

BKPSDM juga menghadirkan e-Mutasi sebagai sistem elektronik yang mempermudah proses perpindahan pegawai, khususnya ASN dari luar daerah menuju Pemerintah Kota Bontang. Seluruh proses administrasi dibuat lebih cepat sekaligus terdokumentasi secara digital.

Sementara Bekaji atau Belajar dan Kaji menjadi inovasi di bidang pengembangan kompetensi ASN melalui webinar gratis yang digelar rutin setiap bulan. Program ini dirancang agar pegawai tetap dapat meningkatkan kapasitas sesuai kebutuhan organisasi tanpa terbebani biaya pelatihan.

Adapun Trengginas atau Tim Responsif Edukasi Kelengkapan Digital Dokumen Kepegawaian ASN berfokus mempercepat pemenuhan dokumen digital pegawai. Tim ini juga mendukung pengelolaan data yang berkaitan dengan Indeks Profesionalitas ASN.

Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, menjelaskan seluruh inovasi tersebut diarahkan untuk membangun ekosistem layanan kepegawaian yang semakin terintegrasi.

“Setiap inovasi memiliki fokus yang berbeda, tetapi seluruhnya bermuara pada peningkatan kualitas layanan kepegawaian berbasis digital. Keikutsertaan dalam Indeks Inovasi Daerah juga menjadi momentum bagi BKPSDM untuk terus melakukan evaluasi sekaligus melahirkan inovasi-inovasi baru,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *