Batu Ampar, Destinasi Wisata Baru Loa Raya yang Tumbuh dari Gotong Royong Warga

Kabarintens, Kukar -Potensi wisata alam terus dikembangkan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya adalah Batu Ampar, destinasi wisata berbasis alam yang terletak di Desa Loa Raya, Kecamatan Tenggarong Seberang. Meski baru resmi dibuka pada 2022, Batu Ampar mulai menarik perhatian publik dan menjadi favorit baru bagi pecinta alam dan wisata camping.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penuh pengembangan destinasi wisata lokal, termasuk Batu Ampar.

“Banyak destinasi menarik yang tersembunyi di desa-desa kita. Batu Ampar di Loa Raya adalah contoh nyata. Kami terus pantau, dampingi, bentuk Pokdarwis, beri pelatihan, hingga bantu pengembangan agar tempat ini bisa maju dan punya daya saing,” ujar Arianto.

Dukungan itu pun disambut antusias warga. Kepala Desa Loa Raya, Martin, menyebut semangat gotong royong menjadi kunci awal pengembangan lokasi tersebut. Ia menuturkan, saat mulai menjabat pada 2022, warga bersama tokoh masyarakat secara swadaya membersihkan dan membuka akses ke lokasi yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Kalau bukan sekarang, mungkin 40 tahun lagi baru tempat ini digarap. Makanya kami bentuk Pokdarwis Sampai Ngelung untuk kelola Batu Ampar secara mandiri,” ungkap Martin saat dikonfirmasi, Jumat (20/6/2025).

Saat ini, pengelolaan Batu Ampar berfokus pada pengembangan area camping ground yang berada di tepi sungai. Suasana alami, udara sejuk, dan fasilitas penunjang seperti gazebo menjadikan tempat ini destinasi favorit baru bagi wisatawan lokal.

Selain Dispar Kukar, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar juga turut berperan dalam mendampingi pengembangan kawasan wisata tersebut. Lokasi Batu Ampar bahkan telah masuk dalam daftar riset potensi wisata daerah sebagai bagian dari penguatan perencanaan pembangunan pariwisata.

“BRIDA dan Dispar turun langsung membantu melengkapi fasilitas yang belum ada. Kami sekarang tinggal menunggu hasil kajiannya. Mudah-mudahan bisa jadi pintu masuk untuk dukungan anggaran lebih besar ke depan,” pungkas Martin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *