DPRD Sebut Drainase Menyeluruh Jadi Kunci Atasi Longsor di Kanaan

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Alla’ Padang. (Istimewa)

Kabarintens.com, Bontang – Longsor susulan yang kembali terjadi di kawasan Kampung Timur RT 01, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, dinilai menjadi bukti bahwa persoalan utama di wilayah tersebut terletak pada sistem aliran air yang belum tertata dengan baik.

Hujan deras yang mengguyur kawasan itu pada sore hari menyebabkan material pasir dan tanah liat kembali turun dari titik bekas longsoran. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga lantaran lokasi itu sebelumnya sudah beberapa kali mengalami kondisi serupa.

Kondisi geografis wilayah yang didominasi tanah berpasir membuat kawasan tersebut sangat rentan mengalami erosi jika tidak didukung sistem drainase yang memadai. Saat air hujan tidak terarah dengan baik, tekanan terhadap lereng menjadi semakin besar.

Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Alla’ Padang, menilai solusi paling mendasar dalam persoalan ini adalah pembangunan drainase permanen yang terintegrasi dari bagian hulu hingga hilir.

Menurutnya, langkah tanggap darurat yang selama ini dilakukan memang penting untuk menekan dampak sesaat, tetapi tidak akan cukup jika akar persoalan aliran air tidak dibenahi.

“Persoalan ini sumbernya dari aliran air yang tidak terkontrol. Kalau drainase permanennya tidak dibangun, longsor seperti ini akan terus berulang setiap kali hujan deras turun,” katanya, Jumat (29/5/2026).

Ia menjelaskan, sebelumnya sudah pernah dilakukan pengalihan aliran air melalui penanganan sementara. Namun upaya tersebut hanya menahan dampak dalam jangka pendek.

Joni menegaskan bahwa pemerintah harus segera melakukan intervensi pembangunan fisik agar aliran air bisa diarahkan secara aman tanpa menggerus lereng di sekitar permukiman.

“Harus ada konstruksi yang benar-benar permanen. Airnya diarahkan dengan sistem yang jelas, sehingga tidak lagi mengikis area rawan longsor dan tidak memindahkan ancaman ke titik lain,” jelasnya.

Ia berharap pembangunan drainase tersebut dapat masuk dalam prioritas perencanaan daerah agar warga Kampung Timur tidak terus hidup dalam kecemasan saat musim hujan. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *