Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus melakukan pembenahan dalam pengelolaan kepegawaian, termasuk memastikan ketertiban presensi ASN melalui aplikasi Bontang Prima (BONPRI). Hingga tanggal 5 November, masih ditemukan sejumlah pegawai yang belum memiliki keterangan presensi, baik karena alasan teknis maupun administratif. Situasi ini kemudian ditindaklanjuti oleh Pemkot Bontang agar data kehadiran pegawai tetap valid dan akuntabel.
Kepala BKPSDM Kota Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan bahwa ketertiban presensi bukan hanya soal kewajiban formal, tetapi juga cerminan sikap tanggung jawab pegawai dalam bekerja.
“Presensi ini penting, bukan semata karena aturan, tapi untuk menjaga ritme kerja dan kehadiran kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).
Menurut dia, kekosongan presensi bisa terjadi karena berbagai hal. Ada yang belum disetujui atasan, ada yang sedang perjalanan dinas tetapi keterangannya belum diunggah, hingga pegawai yang lupa mengajukan cuti. Kondisi seperti ini sering kali terjadi bukan karena kesengajaan, melainkan karena kurangnya koordinasi atau ketelitian.
Agar persoalan tidak berlarut, Plt. Sekretaris Daerah Kota Bontang telah mengirimkan surat kepada masing-masing Kepala Perangkat Daerah untuk melakukan klarifikasi dan pembenahan data presensi pegawai. Langkah ini bertujuan memastikan semua keterangan kehadiran tercatat dengan benar sebelum proses rekap bulanan berjalan.
Dia menekankan bahwa pendekatan yang diambil Pemkot bukan pendekatan menghukum, melainkan penataan administrasi agar tercipta kedisiplinan yang sehat.
“Kami ingin membangun budaya saling mengingatkan dan saling dukung. Kalau ada yang belum lengkap, segera diperbaiki bersama,” katanya.
Meski demikian, apabila terdapat pegawai yang tidak hadir tanpa keterangan atau alpa, proses penjatuhan disiplin tetap akan dilakukan sesuai peraturan. Sudi menyebut hal tersebut sebagai bagian dari keadilan dalam tata kelola kinerja pegawai.
Lebih jauh, ia mengajak setiap ASN untuk lebih perhatian terhadap presensi harian, sebab presensi menjadi dasar penilaian kinerja, pemberian tunjangan, hingga rekam jejak profesionalitas pegawai.
“Kita bekerja untuk masyarakat, maka disiplin adalah bentuk penghormatan kita kepada mereka,” ucapnya.
Dengan upaya penataan yang terus dilakukan, BKPSDM berharap iklim kerja di Pemerintah Kota Bontang semakin tertib, saling mendukung, dan mengedepankan pelayanan publik yang berkualitas. (Ira)
