Ilustrasi
Kabarintens.com, Bontang – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bontang mengingatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperhatikan kelengkapan arsip digital pada aplikasi MyASN. Kelengkapan data tersebut tercermin melalui skor arsip digital yang dimiliki setiap ASN.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto, mengatakan skor arsip digital bukan sekadar angka dalam sistem, melainkan gambaran kelengkapan administrasi kepegawaian yang dimiliki ASN.
“Banyak yang bertanya kenapa skor arsipnya masih rendah atau apakah berpengaruh pada karier. Jawabannya tentu berpengaruh, karena skor arsip digital menunjukkan kelengkapan data administratif ASN,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menjelaskan, data yang lengkap dan valid pada aplikasi MyASN akan mempermudah berbagai layanan kepegawaian. Di antaranya proses kenaikan pangkat yang lebih tepat waktu, pembaruan layanan pensiun, serta memastikan keakuratan data profil ASN secara nasional.
Menurutnya, Badan Kepegawaian Negara (BKN) saat ini mendorong seluruh ASN untuk mengelola administrasi kepegawaian secara digital melalui platform MyASN atau ASN Digital.
Dalam sistem tersebut, penilaian skor arsip digital terbagi dalam dua kategori, yakni arsip utama dan arsip kondisional.
Arsip utama memiliki nilai maksimal 90 poin. Dokumen yang termasuk dalam kategori ini antara lain daftar riwayat hidup dengan skor 7,5 poin, dokumen pertimbangan teknis NIP atau MD2NIP sebesar 7,5 poin, SK CPNS atau SPMT CPNS sebesar 7,5 poin, serta SK PNS sebesar 7,5 poin.
Selain itu terdapat riwayat pendidikan dengan nilai 15 poin, riwayat kenaikan pangkat 15 poin, riwayat jabatan 15 poin, dan riwayat pendidikan serta pelatihan atau diklat sebesar 15 poin.
Sementara itu, arsip kondisional memiliki total nilai maksimal 10 poin. Arsip ini meliputi riwayat pindah instansi, riwayat pemberhentian, riwayat cuti di luar tanggungan negara (CTLN), serta dokumen pendukung lainnya.
Jika seorang ASN tidak memiliki arsip kondisional namun seluruh arsip utama sudah lengkap, maka sistem secara otomatis akan memberikan skor maksimal 100 poin.
Adapun kategori penilaian skor arsip digital terbagi menjadi empat tingkat. Kategori sangat lengkap diberikan bagi ASN dengan skor di atas 90. Kemudian kategori lengkap dengan skor 55,6 hingga 90, cukup lengkap dengan skor 30 hingga 55,5, serta kurang lengkap jika skor berada di bawah 30.
“Skor arsip digital ini menentukan kualitas administrasi digital ASN dalam sistem kepegawaian,” katabya.
BKPSDM Bontang juga mengimbau ASN untuk rutin memeriksa akun MyASN masing-masing. ASN disarankan login secara berkala, memeriksa skor kelengkapan arsip, serta segera memperbarui data apabila terdapat perubahan.
Selain itu, ASN juga diminta mengunggah dokumen pendukung dengan benar sesuai ketentuan yang berlaku.
Dokumen yang diunggah harus berformat PDF dengan ukuran maksimal 1 MB. Hasil pemindaian juga harus jelas, tidak miring, serta tidak terpotong. Dokumen yang diunggah pun harus berupa dokumen asli atau fotokopi yang telah dilegalisir oleh pihak berwenang.
Dengan kelengkapan arsip digital tersebut, diharapkan proses layanan kepegawaian bagi ASN dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan. (Irha)
