Salah satu kursi dari botol plastik karya siswa-siswi SMPN 2 Bontang
Kabarintens.com, Bontang – SMPN 2 Bontang terus berupaya menghadirkan metode pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Salah satunya melalui pembelajaran berbasis lingkungan yang mengajak siswa mendaur ulang sampah plastik.
Program ini tidak hanya menjadi kegiatan tambahan, tetapi telah terintegrasi dalam proses belajar mengajar. Setiap Kamis dan Jumat, siswa mengikuti kegiatan pengolahan sampah sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual.
Wakil Kepala Bidang Kurikulum SMPN 2 Bontang, menyebut pendekatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa. Mereka tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diajarkan mulai dari tahap pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan sampah menjadi produk baru. Proses ini memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam.
Siswa juga diajak untuk memahami dampak lingkungan dari sampah plastik. Dengan begitu, mereka tidak hanya tahu cara mengolah sampah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga lingkungan.
“Kegiatan ini turut membentuk karakter siswa, terutama dalam hal tanggung jawab dan kepedulian sosial. Mereka belajar bahwa setiap individu memiliki peran dalam menjaga lingkungan,” katanya, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik dan tidak monoton. Siswa terlihat lebih antusias karena mereka terlibat langsung dalam kegiatan yang nyata.
“Sekolah berharap metode ini dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna,” tutupnya. (Irha)
