Berbagai jenis tanaman di area SDN 008 Bontang Utara
Kabarintens.com, Bontang – Upaya mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri terus diperkuat SDN 008 Bontang Utara. Salah satu langkah yang disiapkan sekolah ialah penguatan koleksi sekitar 700 tanaman sebagai bagian dari strategi menjaga standar sekolah berbudaya lingkungan.
Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menegaskan status Adiwiyata Mandiri harus dijaga secara berkelanjutan karena evaluasi terhadap indikator lingkungan tetap berjalan. Menurutnya, capaian itu bisa hilang jika sekolah tidak konsisten mempertahankannya.
“Kalau tidak mampu mempertahankan, bisa kembali nol lagi. Jadi tidak boleh lengah atau santai. Karena itu kami terus memperkuat persiapan,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Ratusan tanaman yang disiapkan menjadi salah satu penopang utama penguatan ekosistem sekolah. Koleksi itu sekaligus menunjukkan konsistensi sekolah memenuhi indikator lingkungan yang menjadi bagian penilaian Adiwiyata.
Jenis tanaman yang dikembangkan meliputi tanaman keras dan tanaman produktif, seperti mahoni, pala, langsat, duku, rambutan, kelengkeng, jeruk, belimbing, mangga, sawo, melinjo, kopi, kakao, hingga pohon ulin.
Masitah menyebut sejumlah tanaman telah beberapa kali dipanen dan dimanfaatkan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan bagi peserta didik. Koleksi tanaman itu juga kerap mendapat perhatian saat proses penilaian berlangsung.
“Semua saya punya koleksi tanaman. Bahkan ulin juga ada, yang tidak semua sekolah punya. Itu juga menjadi perhatian saat penilaian,” katanya.
Tidak hanya mengandalkan sarana fisik, penguatan program lingkungan juga melibatkan seluruh unsur sekolah, termasuk guru, siswa, serta orang tua melalui partisipasi aktif menjaga budaya hijau.
Salah satu kebijakan yang diterapkan ialah kewajiban bagi setiap guru menanam satu pot tanaman berbeda. Dengan jumlah 36 guru, sekolah menambah keragaman vegetasi dari kontribusi tenaga pendidik.
Meski membuka peluang menuju Adiwiyata tingkat ASEAN, sekolah saat ini tetap menempatkan upaya mempertahankan predikat Adiwiyata Mandiri sebagai prioritas utama.
“Mandiri itu sudah di atas nasional. Sekarang yang utama bagaimana mempertahankan, karena itu yang paling penting,” tutupnya. (Irha)
