SDN 008 Bontang Utara Perkuat Strategi Jaga Adiwiyata Mandiri, Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Berbagai jenis tanaman di area SDN 008 Bontang Utara

Kabarintens.com, Bontang – Status Adiwiyata Mandiri yang disandang SDN 008 Bontang Utara terus dijaga melalui berbagai strategi penguatan lingkungan sekolah. Predikat tertinggi dalam program sekolah berbudaya lingkungan itu dinilai bukan capaian yang cukup dipertahankan secara administratif, tetapi harus dijaga lewat implementasi nyata yang berkelanjutan.

Kepala SDN 008 Bontang Utara, Masitah, menegaskan tantangan terbesar setelah meraih Adiwiyata Mandiri justru terletak pada konsistensi menjaga standar yang telah ditetapkan. Jika komitmen melemah, sekolah berisiko kehilangan status tersebut dan harus kembali memulai tahapan dari awal.

“Kalau tidak mampu mempertahankan, bisa kembali nol lagi. Jadi tidak boleh lengah atau santai. Karena itu kami terus memperkuat persiapan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Sebagai bagian dari langkah konkret, sekolah menyiapkan sekitar 700 tanaman yang tersebar di berbagai titik lingkungan sekolah. Keberadaan tanaman itu menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mendukung indikator penilaian Adiwiyata Mandiri.

Jenis tanaman yang dikembangkan cukup beragam, mulai tanaman pelindung, tanaman buah, hingga tanaman konservasi. Di antaranya mahoni, pala, langsat, duku, rambutan, kelengkeng, jeruk, belimbing, mangga, sawo, melinjo, kopi, kakao, hingga pohon ulin yang dinilai memiliki nilai ekologis tinggi.

Menurut Masitah, sebagian tanaman tersebut telah beberapa kali menghasilkan panen dan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran lingkungan bagi siswa. Koleksi vegetasi sekolah itu juga beberapa kali menjadi perhatian tim verifikasi dari Dinas Lingkungan Hidup tingkat provinsi maupun nasional.

“Semua saya punya koleksi tanaman. Bahkan ulin juga ada, yang tidak semua sekolah punya. Itu juga menjadi perhatian saat penilaian,” katanya.

Program lingkungan di sekolah itu juga diperkuat melalui keterlibatan guru, siswa, serta orang tua. Salah satu aturan internal yang diterapkan adalah kewajiban setiap guru menyediakan satu pot tanaman dengan jenis berbeda untuk menambah keragaman tanaman di sekolah.

Dengan jumlah 36 guru, sekolah memiliki tambahan puluhan jenis tanaman dari kontribusi tenaga pendidik. Skema itu dinilai memperkuat budaya gotong royong sekaligus memastikan program lingkungan berjalan secara kolektif.

Selain mempertahankan status Adiwiyata Mandiri, SDN 008 Bontang Utara juga mulai membuka peluang menuju Adiwiyata tingkat ASEAN. Meski demikian, fokus utama sekolah saat ini tetap menjaga capaian yang telah diraih agar terus berkelanjutan.

“Mandiri itu sudah di atas nasional. Sekarang yang utama bagaimana mempertahankan, karena itu yang paling penting,” tutupnya. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *