Semangat Tinggi, Siswa SDN 001 Bontang Utara Siap Hadapi O2SN 2026

Alisa Nur Raisabila saat latihan lompat gawang aman

Kabarintens.com, Bontang – Semangat dan antusiasme tampak jelas dari siswa SDN 001 Bontang Utara saat memulai latihan untuk menghadapi Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026 cabang Kids’ Athletics yang dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang. Meski masih dalam tahap persiapan tingkat kota, keseriusan mereka sudah terlihat sejak hari pertama latihan.

Guru PJOK SDN 001 Bontang Utara, Resky Awaliyah, mengungkapkan bahwa latihan ini baru dimulai setelah masa libur sekolah. Ia mengaku sempat khawatir dengan kehadiran siswa, namun justru mendapatkan respon positif dari anak didiknya.

“Ini baru pertama latihan setelah libur, saya pikir mungkin ada yang tidak datang. Tapi alhamdulillah semuanya hadir dan langsung ikut latihan dengan semangat,” ujarnya, Selasa (21/4/2026).

Dalam sesi latihan tersebut, siswa menjalani berbagai rangkaian gerakan yang menjadi bagian dari Kids’ Athletics. Mereka berlatih lari sprint untuk melatih kecepatan, lari zig-zag menggunakan cone untuk kelincahan, serta melompati rintangan berupa gawang mini yang dirancang aman. Selain itu, mereka juga melakukan roll depan di atas matras untuk melatih koordinasi dan keberanian.

Suasana latihan terlihat hidup. Para siswa berlari dengan penuh energi, melompati rintangan tanpa ragu, bahkan beberapa kali mengulang lintasan untuk memperbaiki catatan waktu. Tawa dan sorakan kecil terdengar di sela latihan, menandakan mereka menikmati proses tersebut.

“Yang penting mereka senang dulu, nanti tekniknya kita perbaiki pelan-pelan,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa materi latihan ini merupakan bagian dari kategori “formula 1” dalam Kids’ Athletics, yakni lintasan yang menggabungkan berbagai teknik dalam satu rangkaian.

“Di sini bukan hanya lari saja, tapi ada lompat, zig-zag, dan sprint. Jadi memang rangkaian, bukan satu gerakan saja,” jelasnya.

Dua siswa yang mengikuti latihan ini adalah Muhammad Imam Fajar Hambali dari kelas 5C dan Alisa Nur Raisabila dari kelas 4A. Keduanya dipilih untuk mewakili sekolah karena dinilai memiliki potensi di cabang atletik.

Dari hasil latihan awal, kemampuan lari keduanya dinilai cukup baik. Namun, Resky menekankan masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, khususnya teknik pernapasan dan lompat.

“Kalau untuk larinya mereka sudah cepat, sudah bagus. Tapi masih perlu latihan pernapasan supaya tidak cepat lelah, sama teknik lompatnya juga harus diperbaiki,” ujarnya.

Untuk catatan waktu sementara, salah satu siswa mampu mencatatkan waktu sekitar 10 hingga 11 detik pada sprint pendek. Sementara untuk lintasan rangkaian, waktu yang dicapai berada di kisaran 20 detik.

“Itu masih awal ya, nanti pasti bisa lebih cepat lagi kalau rutin latihan,” terangnya.

Dengan semangat yang ditunjukkan sejak hari pertama, pihak sekolah optimistis siswa mampu berkembang dan memberikan hasil terbaik pada ajang O2SN tingkat kota mendatang. (Irha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *