Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel
Kabarintens.com, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan investasi daerah ke depan tidak hanya berorientasi pada masuknya modal besar, tetapi juga harus mampu melibatkan pelaku usaha lokal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Bontang, Karel, menyampaikan konsep transformasi ekonomi inklusif menjadi salah satu arah utama kebijakan investasi pemerintah daerah dalam beberapa tahun mendatang.
Menurutnya, investasi yang sehat bukan hanya diukur dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga sejauh mana masyarakat lokal ikut merasakan manfaat dari aktivitas industri yang berkembang di daerah.
“Ke depan pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk mampu mendorong keterlibatan UMKM lokal. Jadi bukan hanya perusahaan besar yang tumbuh, tetapi juga pelaku usaha daerah ikut berkembang,” katanya, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu strategi yang disiapkan ialah memperkuat kemitraan antara industri besar dengan UMKM lokal. Produk-produk usaha masyarakat nantinya diharapkan dapat masuk dalam rantai pasok industri sehingga ekonomi daerah bergerak lebih merata.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan payung hukum melalui Peraturan Daerah tentang industri. Regulasi tersebut dirancang agar setiap investasi yang masuk memiliki kewajiban memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karel menilai langkah itu penting agar pembangunan ekonomi tidak hanya terpusat pada pertumbuhan investasi semata, melainkan juga berdampak terhadap peningkatan kualitas hidup warga di sekitar kawasan industri.
Di sisi lain, DPMPTSP Bontang juga terus mendorong peningkatan iklim investasi melalui digitalisasi pelayanan perizinan. Upaya tersebut dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi investor sekaligus mempercepat proses administrasi usaha.
“Pelayanan perizinan sekarang diarahkan lebih cepat, transparan, dan mudah diakses. Dengan iklim investasi yang baik, investor merasa nyaman, sementara pemerintah tetap bisa memastikan investasi berjalan sesuai aturan dan kepentingan daerah,” jelasnya.
Ia berharap kebijakan investasi yang inklusif tersebut mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan di Kota Bontang, sekaligus memperbesar peluang kerja bagi masyarakat lokal di berbagai sektor usaha baru. (Irha)
