Kabarintens.com, TANAH GROGOT – Deretan ruang belajar di SMK Negeri 4 Tanah Grogot, Rabu (20/5), tak hanya dipenuhi aktivitas siswa. Hari itu, Komisi IV DPRD Kalimantan Timur turun langsung meninjau kondisi sekolah dalam agenda pengawasan sektor pendidikan di Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara (PPU).
Syahariah Mas’ud bersama anggota Komisi IV DPRD Kaltim yang hadir bersama rombongan melihat langsung kondisi fasilitas sekolah hingga mendengar berbagai persoalan yang dihadapi pihak sekolah di lapangan.
Menurut Syahariah, pengawasan pendidikan tidak cukup hanya mengandalkan laporan administrasi di atas meja. DPRD, kata dia, perlu memastikan langsung bagaimana kondisi sekolah serta sejauh mana anggaran pendidikan benar-benar dirasakan manfaatnya.
“Kalau hanya membaca laporan tentu semua terlihat baik. Karena itu kami memilih turun langsung melihat kondisi sekolah yang ada di daerah,” ujarnya di sela kunjungan.
Dalam peninjauan tersebut, sejumlah titik fasilitas sekolah ikut diperhatikan. Mulai kondisi ruang belajar, sarana praktik siswa hingga kebutuhan penunjang pendidikan lainnya yang dinilai masih perlu perhatian pemerintah.
Politisi daerah pemilihan Paser-PPU itu mengatakan, kunjungan lapangan menjadi bagian penting untuk memotret kebutuhan riil sekolah. Terutama menyangkut sarana prasarana dan efektivitas penggunaan anggaran pendidikan yang selama ini telah digelontorkan pemerintah daerah.
“Tujuan kami memastikan program pendidikan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan sekolah. Jadi bukan sekadar angka dalam laporan,” katanya.
Tak hanya melakukan peninjauan, Komisi IV juga mengumpulkan sejumlah kepala sekolah dalam forum diskusi. Pertemuan itu membahas kesiapan penerimaan peserta didik baru tahun ajaran mendatang, termasuk berbagai persoalan pendidikan yang masih menjadi pekerjaan rumah di wilayah Paser.
Suasana diskusi berlangsung terbuka. Beberapa kepala sekolah menyampaikan langsung kondisi yang mereka hadapi, mulai keterbatasan fasilitas hingga kebutuhan penunjang kegiatan belajar mengajar.
Bagi Syahariah, masukan dari pihak sekolah menjadi bahan penting bagi DPRD sebelum merumuskan langkah lanjutan bersama pemerintah daerah.
“Kami ingin mendengar langsung dari sekolah. Karena kondisi di lapangan tentu lebih nyata dibanding hanya laporan tertulis,” tuturnya.
Hasil kunjungan tersebut nantinya akan dibahas kembali dalam rapat internal Komisi IV DPRD Kaltim sebelum diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut.
Tak berhenti di situ, DPRD Kaltim juga berencana menyampaikan hasil peninjauan tersebut kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, termasuk kepada Gubernur Kaltim sebagai bagian dari evaluasi program pendidikan daerah.
“Pendidikan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah. Karena itu, apa yang kami temukan di lapangan tentu akan kami sampaikan sebagai bahan perhatian bersama,” pungkasnya.(*/)
