Kabarintens.com, Bontang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang mengajak investor dan pelaku usaha untuk berkolaborasi membangun daerah melalui investasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan bersamaan dengan peluncuran booklet Arah Kebijakan dan Strategi Penguatan Iklim Investasi Kota Bontang yang dirancang sebagai media komunikasi antara pemerintah daerah dan calon investor.
Booklet itu menampilkan berbagai informasi strategis terkait peluang investasi, sektor unggulan, hingga arah pembangunan ekonomi Bontang dalam empat tahun ke depan.
Kepala DPMPTSP Bontang, Muhammad Aspiannur, menyampaikan bahwa investasi masa depan harus mampu berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya diukur dari besarnya modal yang masuk, melainkan juga dari dampak positif yang dihasilkan terhadap kualitas hidup warga.
“Kami mengundang para investor untuk melihat Bontang sebagai mitra pertumbuhan. Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi investasi yang tumbuh bersama masyarakat dan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujarnya, Jumat (28/5/2026).
Ia menuturkan, Bontang memiliki potensi besar sebagai destinasi investasi karena didukung posisi geografis strategis serta ekosistem industri yang telah berkembang.
Melalui strategi baru yang dituangkan dalam booklet tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan bahwa investasi yang masuk dapat memperkuat struktur ekonomi lokal sekaligus memperluas kesempatan kerja.
DPMPTSP juga terus memperkuat pelayanan terpadu satu pintu sebagai bentuk komitmen menghadirkan kemudahan bagi dunia usaha.
“Kami percaya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat akan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Bontang sebagai kota investasi yang maju, kompetitif, dan berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap booklet yang telah diterbitkan dapat menjadi pintu awal terbangunnya kerja sama yang lebih luas untuk mewujudkan visi Bontang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kalimantan Timur. (Irha)
