Pelataran Bontang Kuala
Kabarintens.com, BontangĀ – Kawasan wisata Bontang Kuala dinilai membutuhkan lebih banyak kegiatan yang digelar secara rutin agar mampu menjadi destinasi yang ramai dikunjungi sepanjang tahun, bukan hanya saat ada agenda besar tertentu.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan pengembangan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam maupun fasilitas yang telah tersedia. Menurutnya, diperlukan aktivitas yang terus berlangsung sehingga kawasan wisata memiliki daya tarik yang konsisten bagi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
Ia menilai pola penyelenggaraan event yang hanya berlangsung satu atau dua kali dalam setahun belum mampu memberikan dampak ekonomi yang maksimal. Setelah kegiatan selesai, kunjungan wisata biasanya kembali menurun sehingga perputaran ekonomi masyarakat ikut melambat.
“Kalau hanya satu event besar dalam setahun, dampaknya terbatas. Yang dibutuhkan adalah kegiatan yang rutin sehingga kawasan wisata selalu hidup,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah bersama pengelola destinasi perlu menyusun kalender event yang jelas dan berkelanjutan. Dengan adanya jadwal kegiatan yang tetap, wisatawan dapat merencanakan kunjungan mereka sejak jauh hari, sementara pelaku usaha juga memiliki kepastian untuk mempersiapkan produk maupun layanan yang akan ditawarkan.
Ia mengusulkan berbagai pertunjukan seni dan budaya lokal dapat dijadikan agenda berkala di Bontang Kuala. Mulai dari pertunjukan musik tradisional, tari pesisir, festival kuliner, pameran produk UMKM, hingga atraksi budaya masyarakat setempat dinilai dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.
Ia menilai konsep tersebut akan memberikan pengalaman wisata yang lebih lengkap. Pengunjung tidak hanya menikmati panorama laut, rumah panggung di atas perairan, serta sajian kuliner khas, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya yang menjadi identitas masyarakat pesisir Bontang.
Lebih jauh, Rustam mengatakan agenda wisata yang berlangsung secara rutin akan menciptakan aktivitas ekonomi yang lebih stabil bagi masyarakat. Pelaku UMKM, pedagang kuliner, penyedia jasa transportasi, hingga pelaku usaha wisata lainnya akan memperoleh peluang usaha yang lebih berkesinambungan karena arus kunjungan wisatawan tidak hanya terkonsentrasi pada momen-momen tertentu.
“Meningkatnya frekuensi kegiatan juga berpotensi memperpanjang lama tinggal wisatawan di Kota Bontang,” katanya.
Apabila dalam satu kunjungan terdapat beragam atraksi yang dapat dinikmati, wisatawan akan memiliki alasan untuk menghabiskan waktu lebih lama, sehingga belanja wisata yang dikeluarkan juga berpotensi meningkat.
Dirinya juga berharap pengembangan pariwisata ke depan tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diimbangi dengan penyelenggaraan program dan event yang berkesinambungan. Ia meyakini kombinasi antara fasilitas yang memadai dan agenda wisata yang rutin akan memperkuat posisi Bontang Kuala sebagai salah satu destinasi unggulan Kota Bontang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata. (DR)
