DPRD Bontang Minta Pangkalan LPG Jaga Kepercayaan Masyarakat

Gas LPG 3 Kg. (Istimewa)

Kabarintens.com, Bontang – Anggota DPRD Bontang, Arfian Arsyad, mengingatkan seluruh pangkalan LPG 3 kilogram agar menjaga kepercayaan masyarakat dengan menjalankan distribusi gas subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pernyataan itu disampaikannya menyusul pencabutan izin operasi terhadap salah satu pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam penyaluran LPG subsidi di Kota Bontang.

Menurut Arfian, kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada pangkalan bukan sekadar izin usaha biasa. Pangkalan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak distribusi LPG subsidi kepada masyarakat.

Karena itu, setiap pelanggaran yang dilakukan tidak hanya berdampak pada aspek bisnis, tetapi juga berpengaruh terhadap akses masyarakat terhadap kebutuhan energi rumah tangga.

“Praktik penjualan kepada pengecer dengan harga yang tidak sesuai ketentuan menunjukkan adanya penyalahgunaan tanggung jawab yang telah diberikan. Dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat melalui kenaikan harga di tingkat konsumen,” katanya, Sabtu (13/6/2026).

Arfian mengatakan masyarakat selama ini berharap LPG subsidi dapat diperoleh dengan harga yang terjangkau. Ketika harga melonjak akibat permainan distribusi, tujuan program subsidi menjadi tidak tercapai.

Ia mengapresiasi langkah Pertamina yang memberikan sanksi tegas kepada pelanggar. Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan komitmen untuk menjaga integritas distribusi LPG subsidi.

Meski demikian, Arfian mengingatkan bahwa upaya menjaga distribusi yang sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab Pertamina. Semua pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku usaha, harus terlibat aktif.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami mekanisme distribusi LPG subsidi sehingga dapat ikut mengawasi apabila terjadi penyimpangan di lapangan. Partisipasi publik dinilai penting dalam menciptakan sistem yang transparan.

“Pangkalan harus menyadari bahwa mereka memegang amanah yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai kepercayaan itu disalahgunakan hanya demi keuntungan sesaat,” tegasnya. (DR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *